oleh

Ahmad Dhani Surati Mentri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

Batambicara.id (26-Feb-2019), Terdakwa kasus pencemaran nama baik Ahmad Dhani menulis surat dari dalam Rutan Medaeng untuk Mentri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Dalam suratnya, pentolan Band Dewa 19 itu bercerita tentang dirinya yang divonis hakim melakukan ujaran kebencian berdasarkan SARA.

Sebelum menjadi terdakwa pencemaran nama baik di Surabaya, Jawa Timur, Presiden Republik Cinta ini divonis hukuman penjara selama satu tahun enam bulan oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta karena dinilai melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUH.

Hakim menyatakan pelantun lagu Laskar Cinta ini terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan.

Berikut kutipan curahan hati Dhani, sapaan, yang tertuang dalam 2 lembar surat :

“Kakanda Jendral Pasti tidak percaya, bahwa saya anti China dan anti Kristen, apalagi saudara saya yang nasrani, dan partner bisnis saya banyak dari kelompok Tionghoa. Bagaimana saya bisa divonis begitu,” tulis Dhani dalam surat tulisan tangan yang beredar di kalangan wartawan di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (26/2/2019).

“Kakanda Jenderal adalah saksi hidup, bagaimana darah NKRI saya bergelora”

Dhani menceritakan, pada 2003 dirinya bersama Band Dewa 19 diminta Ryamizard yang saat itu masih menjabat Kepala Staf Angkatan Darat, untuk memberi semangat warga Aceh agar tetap setia kepada NKRI.

“Di atas tank, kami keliling Kota Aceh untuk meneriakkan NKRI harga mati. Bisa saja GAM waktu itu menembaki kami, banyak kelompok separatis yang bisa saja mendekat dan menembak kami,” tulis Dhani.

Namun menurut Dhani, saat ini situasi negara aneh. Saat dia mengajukan banding atas vonis hakim, dia malah ditahan dengan dua surat ketetapan. Salah satunya atas perkara yang seharusnya dia tidak ditahan.

“Jangan salah paham jenderal, saya tidak sedang bercerita soal keadaan saya, tapi saya sedang melaporkan tentang situasi politik negara kita,” ungkap Dhani.

Di akhir suratnya, Dhani mengaku mengalami tekanan yang luar biasa.

“Apakah saya korban perang total seperti yang dikabarkan Jenderal Moeldoko, mudah-mudahan bukan,” tutupnya.

Kuasa hukum Dhani, Sahid membenarkan bahwa surat tersebut adalah tulisan tangan Dhani dalam penjara. Sahid mengatakan, surat tersebut akan dikirim ke Ryamizard seusai sidang melalui kuasa hukumnya.

“Ditulis jelang sidang hari ini,” pungkasnya.

Siang ini suami dari penyanyi Mulan Jameela ini akan di jadwalkan menjalani sidang lanjutan perkara pencemaran nama baik melalui “vlog idiot” yang dibuatnya. Sidang hari ini beragendakan keteranggan saksi yang dihadirkan pihak jaksa penuntut umum.

Dalam perkara pencemaran nama baik melalui “vlog idiot’, jaksa mendakwa Ahmad Dhani melanggar Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tutup kuasa hukum dari musisi yang sangat di gemari di Negeri jiran Malaysia lewat tembang Madu 3 ini.

Dua lembar surat tulisan tangan Ahmad Dhani

Sumber : kirijatim.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed