Maritim

Bajak Kapal, PBB Serukan Houthi Bebaskan Kapal UEA yang Bawa 11 Kru Termasuk WNI

BATAMBicara | Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan ‘pembebasan segera’ kapal berbendera Uni Emirat Arab (UEA) dan para anak buah kapal (ABK) yang ditahan pemberontak Houthi di Yaman. Dari 11 ABK yang disandera Houthi di kapal itu, salah satunya berasa dari Indonesia.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (15/1/2022), kapal berbendera UEA yang bernama Rwabee itu ditahan pemberontak Houthi sejak dicegat di Laut Merah pada 2 Januari lalu. Perwakilan permanen UEA untuk PB), Duta Besar (Dubes) Lana Nusseibeh, sebelumnya menyebut ada 11 ABK di kapal tersebut.

Para ABK itu terdiri atas bahwa tujuh warga India dan sisanya merupakan warga Ethiopia, Indonesia, Myanmar dan Filipina.

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang bertempur melawan pemberontak Houthi di Yaman menegaskan kapal Rwabee itu baru kembali dari misi membangun rumah sakit lapangan di Pulau Socotra, Yaman. Koalisi pimpinan Saudi juga menyebut penyitaan oleh Houthi itu sebagai aksi pembajakan.

Namun pemberontak Houthi yang didukung Iran merilis sejumlah foto yang diklaim menunjukkan jeep militer dan persenjataan di atas kapal, yang dicegat di Pelabuhan Hodeida, Laut Merah, yang dikuasai Houthi.

Seruan pembebasan segera kapal Rwabee disampaikan dalam pernyataan yang disusun Inggris dan diadopsi secara bulat oleh 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB.

“Menuntut pembebasan segera kapal dan para awaknya,” demikian bunyi pernyataan gabungan Dewan Keamanan PBB.

“Menggarisbawahi perlunya menjamin keselamatan dan kesejahteraan para awak,” imbuh pernyataan tersebut.

Dewan Keamanan PBB juga menyoroti ‘pentingnya kebebasan navigasi di Teluk Aden dan Laut Merah’ serta mendorong ‘semua pihak untuk meredakan situasi di Yaman’ termasuk bekerja sama dengan utusan khusus PBB untuk kembali ke meja perundingan.

DetikNews

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button