oleh

“New Normal” Belum Mendongrak Angkutan Pelayaran

BATAMBicara | Batam – Kembalinya ke fase ‘baru normal’ dalam dua pekan ini belum ada perubahan dalam bisnis pelayaran. Selain pemilik, operator bahkan pekerja pelayaran belum merasakan dampak normal kembali yang sudah di terapkan pemerintah.

Pantauan BATAMBicara disalah satu perusahaan galangan kapal Tanjung Uncang, Batam, masih tertambatnya beberapa kapal. Mulai kapal feri penumpang hingga beberapa kapal tunda (Tugboat).

Beberapa armada kapal feri yang stanby di salah satu galangan kapal, Batam. (ilustrasi) © Fhoto: dok/bb.id

Ahai Yong salah seorang Manager operator pelayaran mengatakan, semenjak wabah Covid-19 sudah hampir 5 bulan semua armada yang melayani jalur Internasional maupun domestik balik dan bertambat “Begitu ada larangan yang kami terima untuk tidak berlayar melayani penumpang, kami langsung perintahkan semua armada balik disini (perusahaan galangan kapal).

Hal itu menurut Ahai Yong agar pencegahan dan penularan tidak akan menyebar. “Kita tidak mau ada penumpang yang membawa virus dan kru kita juga aman dari itu,” ungkapnya.

Bertambatnya semua armada laut ini akan berpengaruh kepada pendapatan perusahaan. Sehingga akan berpengaruh pada awak kapal. “Kita hanya bisa memberikan kru kapal separoh dari gaji mereka setiap bulan, namun kru masih lengkap tidak serta-merta kita off-kan (berhenti).

Lain halnya perusahaan kapal tunda. Perusahaan jenis kapal yang tarik tongkang ini tidak memotong gaji kru, namun beberapa kru di berhentikan. “Saya ada 4 orang yang bergantian jaga kapal, kawan-kawan sudah di off, karena pengaruh pandemi juga kapal belum ada yang menyewa,” cerita Iwan salah seorang kru kapal tugboat di lokasi yang sama.

Salah satu pelabuhan Internasional di Kepri (ilustrasi) © Fhoto: dok/bb.id

Iwan karena tidak diberhentikan perusahaan mengingat ia tidak bisa balik ke Medan. “Karena saya tidak bisa balik, makanya saya masih bertahan, tapi karena kami tak berlayar, belum juga ada yang men-charter, gaji kami juga terlambat dibayarkan hingga sudah mau habis tanggal bulan ini,” jelasnya.

Di Kapal Pesiar ada 3000 Orang Sakit

Data baru dari CDC, dirilis sebagai tanggapan atas permintaan Undang-Undang Kebebasan Informasi oleh The Times menunjukkan bahwa lebih dari 100 kapal di wilayah hukum AS saja mengalami wabah di kapal, membuat hampir 3.000 orang sakit, termasuk lebih dari 850 penumpang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed