BATAMBicara

Dua Kapal Super Besar Kandas di Karang Batuberenti Pulau Sambu Sedang Dalam Pananganan KSOP Karimun

Batambicara.id (14/5/2020) | Batam – Beredar video melalui whatsapp ada dua kapal super besar yang kandas diperairan utara pulau Sambu Belakangpadang, Batam. Dalam video yang berdurasi 02.08 menit tersebut didapati dua kapal yang berbendera Indonesia dan negara Iran. Senin (11/5/2020) kemarin.

Kedua kapal tersebut diketahui kapal jenis kargo dan kontener. KM Samudera Sakti 1 jenis kargo yang berbendera Indonesia dengan posisi haluan naik ke karang Batuberenti dan MV Sharaz kapal kontener berbendera Iran patah bagian tengah dengan terlihat bengkok atau hogging, karena sebelumnya menghantam karang seputaran Beacon (suar navigasi) Batuberenti.

Kandasnya kedua kapal besar ini sudah ditangani oleh Kemenhub, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun.

Selanjutnya KSOP melakukan pemeriksaan awal atas musibah kandasnya kedua kapal itu, melakukan survei untuk melakukan persiapan awal, mengumpulkan data-data, baik dokumen kapal dan dokumen seluruh kru. Lalu menjelaskan tentang penyebab peristiwa terhadap kandasnya kedua kapal tersebut.

Dikatakannya, kapal MV. Shahraz telah memperbaiki dan mengubah struktur kapal. “Karena kapal tersebut terlihat bengkok atau hogging. Tidak ditemukan luka jiwa maupun luka tembak”, kata Capt Barlet kepada media. Kamis (14/5/2020).

Sementara untuk Kapal KM Samudera Sakti 1 tidak terlihat secara visual atau tidak ada kerusakan, dan kapal kargo tersebut melanjutkan pelayarannya kembali setelah air pasang naik.

“Hari itu juga, Senin (11/5/2020) pukul 23.00 Wib, KM Samudera Sakti 1 berhasil terapung kembali dan berlabuh di perairan yang aman di Batam,” tuturnya.

KSOP saat mendekati kedua kapal kandas diperairan pulau Sambu Belakangpadang, Batam. Senin (11/5/2020), (dok/istimewa/humas/KN/patroli/PK).

Melansir Poskota, Kepala Bagian Organisasi dan Humas Ditjen Perhubungan Laut Wisnu Wardana menyebutkan, sebelumnya, Kemenhub mengerahkan tiga kapal patroli, antara lain KN 366 dari KSOP Tanjung Balai Karimun cq Wilayah Kerja Pulau Sambu, KN Kalimashada – P.115 dan KN Sarotama – P.112 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Kelas II Tanjung Uban untuk mengevakuasi dan melakukan pengawasan keselamatan pelayaran di lokasi musibah tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Keselamatan Berlayar Patroli dan Penjagaan Kapten Herbert Marpaung menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan UPT di Lingkungan Ditjen Perhubungan Laut dan lembaga lainnya untuk menjamin keselamatan pelayaran di daerah perbatasan.

KSOP Tanjungbalai Karimun saat menyelidiki kasus kandasnya kapal di Kepulauan Riau (dok/istimewa/humas/KN/patroli/PK)

“Kami juga terus berusaha untuk menyelamatkan upaya penyelamatan, pengapungan dan kesulitan pencemaran, serta melakukan pengawasan terhadap kondisi kapal,” ujar Kapten Herbert.

Capt Herbert mengutip survei awal yang dipimpin langsung oleh Kepala KSOP Tanjung Balai Karimun, Kapten Barlet Silalahi menyelesaikan proses pemeriksaan ketat dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Seluruh personel KSOP Tanjung Balai Karimun sebelum naik ke atas kedua kapal tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan dalam rangka antisipasi perpindahan Covid-19 yang dilakukan oleh KKP,” tutup Capt Herbert. (Skn/PK) **

Video dua kapal besar kandas dikarang Batuberenti, pulau Sambu Belakangpadang, Batam. (dok/KN/patroli)

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed