oleh

Semakin Serakah! China Larang Keras Tangkap Ikan di Laut China Selatan, Dua Negara ini Protes

Batambicara.id (11/5/2020) | Natuna – Semakin memanas hubungan teritorial laut Indonesia dengan China daratan. Ditambahnya lagi China akan membangun pangkalan kekuatan militernya di utara pulau Natuna itu. Hal ini semakin memperkuat posisi China dengan memaknai nama Laut China Selatan dengan mengklaim sebagai laut mereka.

Sebelumnya kapal-kapal penangkap ikan China yang di kawal kapal patroli mereka sudah ‘menjarah’ ikan-ikan yang berada di seputaran pulau Natuna, Kepulauan Riau. Dengan kesigapan kapal patroli Indonesia dapat mengusir keluar alur Laut China Selatan.

Apabila China sudah melarang kawasan tangkapan ikan dilaut yang masih milik perairan kepulauan Anambas dan Natuna, ditambah China akan membangun kekuatan militernya di zona itu tentunya, hal tersebut akan menimbulkan ketegangan antara negara-negara yang berbatasan dengan Laut China Selatan.

Beijing telah melarang adanya kegiatan penangkapan ikan di wilayah perairan sengketa tersebut. Dan mereka akan melarang segala bentuk kegiatan penangkapan ikan di wilayah perairan yang telah diklaim oleh mereka, meliputi antara lain daerah di dekat Scarborough Shoal, Kepulauan Paracel, dan Teluk Tonkin.

Beijing telah mengklaim secara sepihak 80 persen wilayah Laut China Selatan, yang juga diperebutkan oleh negara-negara tetangga, termasuk Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Indonesia.

China pertama kali memberlakukan pelarangan yang sama di perairan itu pada tahun 1999, dengan alasan untuk membantu melestarikan sumber daya perikanan di salah satu daerah penangkapan ikan terbesar di dunia.

Laut China Selatan selama ini menyediakan makanan dan pekerjaan bagi jutaan orang di negara-negara sekitarnya tetapi penangkapan ikan berlebihan dan perubahan iklim mengancam keberlanjutan ekosistem di wilayah itu.

Melansir South China Morning Post (8/5/2020), pelarangan penangkapan ikan diberlakukan guna menjaga stok tangkapan ikan.

Aturan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Mei hingga 16 Agustus dan penjaga pantai China memastikan akan mengambil langkah-langkah ketat untuk menegakkan aturan ini.

Penerapan aturan secara sepihak ini telah menuai protes dari komunitas nelayan di Vietnam dan Filipina. Mereka juga mendesak pemerintah mereka untuk mengambil sikap yang tegas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed