BATAMBicara

Teknologi Navigasi Sudah Canggih, Tetapi Mengapa Tubrukan Kapal Kerap Terjadi?

Batambicara.id (20/6/2019) | Maritim – Samudera amatlah luas, teknologi navigasi juga sudah maju.
Namun, tubrukan (tabrakan) di tengah lautan, seperti yang terjadi antara kapal tanker dan kapal angkatan laut Amerika Serikat, di dekat Malaysia bulan lalu, masih saja teradi.

Apa yang bisa dilakukan untuk menghindiri insiden serupa di mana yang akan datang?

Dilansir dari Beritapelaut.facebook, peristiwa mencengangkan itu terjadi tengah malam, di perairan Malaysia.
Sebuah kapal tanker yang memuat hampir 12.000 ton minyak menghantam kapal John S.McCain milik angkatan laut Amerika Serikat.

Saat itu, sepuluh orang pelaut dari kapal McCain hilang-tenggelam.
Tabrakan ini bisa dibilang peristiwa yang tragis dan ironis.
Pasalnya peristiwa serupa telah terjadi hanya dua bulan lalu, kapal USS Fitzgerald dihantam kapal kontainer berukuran besar di perairan Jepang.
Sebanyak tujuh pelaut Amerika meninggal dunia.

Kedua kapal ini dilengkapi dengan radar dan sistem navigasi, GPS, sistem identifikasi otomatis (AIS) dan alat komunikasi radio juga ada.
Lalu bagaimana tabrakan bisa terjadi? Apa pula yang bisa dilakukan untuk menghindarinya?
“Jika kapal Anda punya radar dan alat pengamat visual, tabrakan tentunya bisa dihindari,” kata Peter Roberts, pakar sains kemiliteran di the Royal United Services Institute (RUSI).

Kami tidak mengetahui secara detail dari peristiwa tabrakan terakhir.
Namun, yang kerap terjadi adalah pihak kapal terlalu bergantung pada teknologi yang dimiliki, dibandingkan pada kemampuan kru kapal.
Roberts bercerita dia pernah mengunjungi beberapa kapal komersial dan terkejut karena tidak ada petugas yang mengawasi di mana posisi kapal.

“Mereka hanya bergantung pada alarm”. Meskipun begitu, alarm sebenarnya memang dapat diandalkan, sehingga kecelakaan yang melibatkan dua kapal besar ini “benar-benar janggal,” ungkapnya.

Namun, bisa saja tubrukan itu benar-benar hanya kecelakaan, meskipun sekarang banyak yang berteori mungkin saja ada sabotase. Sistem navigasi diretas sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Dalam beberapa bulan terakhir setidaknya ada satu laporan peretasan terhadap sistem GPS kapal, yang berdampak buruk pada sejumlah kapal di Laut Hitam.

Tetapi, untuk kasus kapal USS Fitzgerald dan John S. McCain, sejauh ini tidak ada bukti konspirasi dan peretasan.
Namun, Roberts menegaskan skenario itu juga patut dipertimbangkan dan diteliti lebih lanjut.

“Kita harus terbuka terhadap berbagai kemungkinan,” katanya.

Penting untuk diingat bahwa kapal-kapal besar memang kerap terlibat tabrakan dari waktu ke waktu, meskipun tidak semuanya diberitakan.
Hanya dua hari sebelum kecelakaan yang menimpa kapal McCain, contohnya, dua kapal kargo bertubrukan di lautan dekat Fujian, Cina dan mengakibatkan sejumlah anak buah kapal tewas.

Ketika kecelakaan terjadi, investigator kerap menjadikan human error sebagai penyebab utama, kata Henrik Uth, seorang peneliti perkapalan.
Namun, dia menekankan kru sebetulnya juga sangat berperan dalam berbagai penyelamatan dan berbagai pencegahan kapal dari kecelakaan, tetapi seakan dilupakan.

“Memang gampang menyalahkan kaptennya, tapi kita lupa berterima kasih padanya karena telah berkali-kali menghindari kecelakaan,” kata Uth.
Lebih jauh lagi, tubrukan bukanlah satu-satunya masalah yang belakangan kerap mengancam kapal dan krunya.
Sekarang ini saja, sebuah kapal Inggris, MV Cheshire, yang memuat ribuah ton pestisida terbakar di dekat Pulau Canary.
Kru kapal bahkan harus diterbangkan dari kapal saat diselamatkan.

Lautan terus semakin padat.
Jumlah kapal komersial terus meningkat. Berdasarkan data pemerintah Inggris, terdapat 58.000 kapal di berbagai penjuru dunia yang sedang berlayar.
Dan ukuran kapal pun, dilihat dari beban yang diangkutnya, naik dua kali lipat dibandingkan 2004.

Jadi, apakah tubrukan kapal akan lebih sering terjadi?

Uth mengungkapkan sejak krisis ekonomi dunia 2008, banyak perusahaan kapal yang mengalami penyusutan keuntungan.
Alhasil, mereka juga kurang berinvestasi soal kualitas kru kapal. “Mereka segera harus mencari kru kapal yang mumpuni,” katanya. “Kru harus benar-benar paham soal kapal, perangkat keras dan perangkat lunaknya yang canggih.
Selain itu, biasanya kapal besar punya kru yang terdiri dari orang-orang berbagai bangsa dan bahasa, sehingga upaya untuk membuat kapal aman, jadi agak sulit.

Salah satu kekhawatiran yang semakin sering diutarakan pengamat perkapalan adalah terkait ‘ketergantungan pelaut pada teknologi,’ ungkap navigator Aron Soerensen, kepala teknologi dan regulasi kelautan Baltik.
“Daripada hanya bergantung pada teknologi, pelaut harusnya melihat keluar jendela, ke laut, bagaimana situasi sebenarnya,” kata Aron.
Meskipun begitu, dia menegaskan bahwa berbagai organisasi maritim telah berupaya melakukan berbagai cara untuk mengurangi kemungkinan tubrukan.

Salah satu idenya adalah pemisahan jalur.
Jika ada sebuah perairan yang sibuk, maka kapal-kapal diposisikan dalam jalur yang berbeda satu sama lain, meskipun arahnya tetap sama.

Semua kapal pasti tidak ingin bertubrukan. Berdasarkan aturan internasional, kapal-kapal juga berkewajiban menjaga posisi agar tidak berujung kecelakaan.
Jadi, dengan kata lain kapten kapal berkewajiban mencegah kecelakaan, meskipun dia punya hak soal di jalur mana kapalnya melaju.

Walau kecelakaan bukanlah berita membahagiakan, Uth menekankan, tetap ada sisi positif yang muncul.
Misalnya, jumlah kerugian dari kapal yang tenggelam setiap tahunnya mengalami penurunan.

Berdasarkan data perusahaan asuransi Allianz, terdapat 85 kerugian total yang dialami kapal besar pada 2016, menurun 16% dari tahun sebelumnya.
Dari total 85 itu, hanya satu yang diakibatkan oleh tubrukan kapal.
Tidak ada keraguan bahwa teknologi berkontribusi besar untuk menjaga keselamatan pelayatan.
Meskipun begitu, nyawa para pelaut tetap masih dalam ancaman.
Apalagi ketika semakin banyak kapal yang berlayar, kemampuan dan skill kapten serta krunya juga harus diutamakan. **

Foto : Beritapelaut.facebook

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed