oleh

Viral, Aksi Kapal Vietnam Tubruk Kapal Perang Indonesia

Batambicara.id (29/4/2019) | Natuna – Kedaulatan teritorial laut Indonesia kembali di usik oleh salah satu kapal pengamanan negara tetangga, saat Kapal Republik Indonesia (KRI) mengamankan nelayan Vietnam yang melewati batas perairan dan mencuri ikan diperairan Natuna, Sabtu, (27/4/2019).

Baru beberapa Minggu silam kapal Polair dihadang petugas perairan negara Malaysia, saat Polair mengamankan nelayan Malaysia yang menangkap ikan diperairan wilayah Indonesia, tepatnya 3 NM (Nautika Mil), dari pulau Karimun Besar alur Selat Malaka.

Kapal Vietnam mendekati sisi lambung kiri KRI Tjiptadi 381, (dok/video tangkapan layar/youtube).

Kini, pengawas Perikanan Vietnam juga dengan sengaja menubrukkan kapalnya ke lambung KRI Tjiptadi 381 yang sedang melakukan penangkapan terhadap kapal yang melakukan ilegal fishing. Kejadian ini terjadi di Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Berdasarkan rekaman amatir dari ponsel yang telah tersebar di media sosial, Facebook dan beberapa FGD (Forum Group Diskusi) Whatsapp, terlihat bahwa saat KRI TPD melaksanakan patroli di Laut Natuna dan melakukan penangkapan terhadap kapal berbendara Vietnam KIAV BD 979.

Kapal Vietnam sengaja menubrukkan kapalnya di sisi lambung kiri KRI, (dok/video tangkapan layar/youtube).

Tapi saat bersamaan, muncul dua kapal dinas diduga kuat dari Vietnam yang mendekat dan mencoba melakukan penghadangan proses penangkapan tersebut.

Terlihat, kedua kapal tersebut adalah KN 264 dan KN 213. Kedua kapal ini telihat bernuver. Dan KN 264 melakukan aksi nekat menubruk KRI TPD TNI AL dari sisi lambung kiri.

Walau beberapa personil TNI AL sudah memberi isyarat dan berteriak kepada kapal Vietnam tersebut, namun kapal yang berukuran lebih kecil dari KRI ini tidak mengindahkan, dan bahkan tidak mempedulikan teriakan dari beberapa personil TNI AL.

Berikut detik-detik kapal Vietnam tubruk KRI Tjiptadi 381 yang lagi viral, (sumber : Youtube).

Dikutip dari viva, sementara KN 213 menabrak kapal KIAV BD 979. Karena bocor, kapal tersebut lalu tenggelam. KRI TPD TNI AL yang semula menarik kapal tesebut kemudian memutus tali penghubung, sehinggal kapal KIAV tersebut tenggelam. Melihat situasi ini, kedua kapal dinas milik Vietnam itu kemudian pergi.

Mengutip pidato Capres Prabowo Subianto, saat debat ke-4, mengatakan “kekuatan dan pertahanan TNI kita sangat rapuh dan lemah”. Dalam hal ini natizen berpendapat, dengan kelemahan tersebut, maka negara-negara tetangga yang sama-sama berkembangpun sudah berani mengusik Indonesia. **

Pendapat Prabowo Subianto, tentang pertahanan Indonesia, (youtube).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed