oleh

Perairan Kepri Fokus Kerja INAMPA

Batambicara.id (1/4/2019) | Batam – Organisasi profesi Perwira Pandu Maritim di seluruh Indonesia atau Indonesian Maritime Pilot’s Association (INAMPA) akan menjadikan wilayah Kepulauan Riau (Kepri) yang termasuk di dalamnya Selat Malaka, sebagai salah satu fokus kerja mereka.

Wujud dari fokus tersebut, ditandai dengan lahirnya Dewan Pengurus Wilayah Khusus (DPWK) INAMPA untuk Kepri dan ASEAN. Hadirnya pengurus INAMPA di Kepri, diharapkan membangun etos dan jiwa kemaritiman di daerah perbatasan yang strategis di Provinsi Kepri.

President INAMPA, Pasoroan Herman Harianja menjelaskan, INAMPA memegang peranan yang sangat penting dan strategis dalam menjalankan fungsi pemerintahan melalui keselamatan kapal-kapal yang keluar masuk perairan Indonesia. Baik perairan yang telah ditetapkan sebagai perairan wajib pandu, pandu luar biasa, maupun perairan Internasional seperti di Selat Malaka dan Selat Singapore sesuai dengan permintaan dari Nakhoda/Operator pelayaran yang bernavigasi di perairan tersebut.

Peranan Selat Malaka & Selat Singapore sangat penting bagi dunia Internasional, terutama pada sektor perdagangan dan kegiatan ekonomi, selain dari sektor lainnya. Selat Malaka ini, merupakan selat tersibuk kedua di dunia dengan arus lalu lintas kapal mencapai kurang lebih 200 kapal per hari.

“Banyaknya jenis kapal serta muatan yang beraneka ragam
menjadikan selat ini (Selat Malaka) sarat dengan issue keselamatan maritim. Pertahanan, keamanan dan perlindungan serta kesinambungan maritim untuk masa depan masyarakat Indonesia, regional dan dunia Internasional,” kata Herman di Batam pada Minggu (31/3).

President INAMPA, Pasoroan Herman Harianja saat diwawancara. (Fhoto/Jawapos)

Herman melanjutkan, tujuan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, terwujud dari bagaimana alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) dapat memberikan nilai tambah kepada Indonesia dalam berbagai perspektif. Baik itu perspektif ekonomi, budaya, politik, pertahanan, keamanan, lingkungan maritim, dan lain sebagainya.

Seperti diketahui 40 persen cargo dunia melewati perairan
Indonesia untuk jalur distribusi logistic lewat laut. “Perwira pandu Indonesia bertugas mulai dari paling barat ke timur, dari ujung utara ke selatan, bertugas secara nonstop untuk melayani kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan, perairan strategis lainnya demi keselamatan bernavigasi,” kata Herman lagi.

Lebih jauh, Herman menjelaskan, pada prosesnya DPWK INAMPA untuk Kepri dan ASEAN secara resmi akan dikukuhkan di Batam pada Selasa (2/4) mendatang. Dalam acara tersebut akan dihadiri pemangku kepentingan untuk wilayah laut Indonesia seperti Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan; Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi; perwakilan dari Komando Armada (Koarmada) 1; dan pihak lainnya. (Jawapos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed