Kriminal

Miliki Puluhan Fuel Card BBM, Tiga Mobil Pelansir Solar Diciduk Polisi di SPBU Sagulung Batam

BATAMBicara | Batam – Ditreskrimsus Polda Kepri mengamankan tiga orang pelansir bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar, beberapa hari yang lalu.

Penangkapan dilakukan petugas kepolisian saat ketiga tersangka tengah mengisi BBM di SPBU Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam dengan tiga unit angkutan umum yang tangkinya telah di modifikasi.

Adapun ketiga tersangka tersebut berinisial TK, SN dan RK. Wadir Reskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho Agus Setiawan mengatakan modus yang digunakan pelaku untuk melansir Solar di SPBU yakni menggunakan kartu kendali BBM atau Fuel Card. Mereka mengisi BBM dari satu SPBU ke SPBU lainnya.

“Nantinya Solar tersebut dijual lagi oleh mereka kepada penampung. Mereka ini punya puluhan kartu kendali yang didapatkan dari orang-orang yang sudah tidak menggunakan kartu itu lagi,” ujar Nugroho didampingi Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha, saat melakukan konferensi pers di Mapolda Kepri, Senin (18/4/2022).

Nugroho menuturkan, pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan petugas, kemudian melakukan monitoring hingga akhirnya mengamankan para pelansir solar tersebut.

“Awalnya angkutan umum itu tangkinya hanya cukup untuk menampung Solar sebanyak 40 liter. Kemudian di modifikasi sehingga bisa menampung 350 liter. Mobil tersebut adalah milik tersangka berinisial TK. Sementara itu, dua orang tersangka lainnya berperan sebagai sopir. Dari tangan para tersangka ini, Polisi  berhasil mengamankan sebanyak 1,1 ton solar,” terang Nugroho.

Polda Kepri merilis pengungkapan kasus pelansir Solar. Senin (18/4/2022) ©istimewa

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha menambahkan, pelaku ini baru dua minggu belakangan ini menjalankan aksinya melansir Solar. Dhani menuturkan pihaknya akan terus melakukan penyelidikan serta menangkap pihak-pihak yang melakukan kegiatan yang merugikan negara.

“Pasalnya yang disangkakan terhadap para tersangka adalah, pasal 40 angka 9 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana mengubah pas 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan pidana penjara paling lama 6 Tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,” tandas Dhani. (bi/bbid)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button