Kriminal

10 Siswa SMA 4 Tiban Batam Keroyok Warga Tempatan, Mengaku Anak Anggota Dewan

BATAMBicara | Batam – Seorang warga bernama Samuel (16 th) menjadi korban pemukulan oleh beberapa oknum siswa SMA 4 Tiban, Kota Batam. Pada Selasa (22/3/2022), sekira pukul 12.00 Wib, pagi.

Kejadian berawal Samuel saat hendak pulang kerumahnya diwilayah RW 13 Tiban Kampung, Kelurahan Tiban Lama, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Ia dihadang oleh 10 siswa yang masih mengenakan seragam siswa SMA 4 Batam.

Menurut Samuel, dia tidak mengenali 10 siswa yang menghadangnya.

“Saya pulang kerja mau balik kerumah, mereka menghalangi jalan menuju SMA 4, saat saya tanya ada apa?, mereka mengamuk dan langsung memukuli saya”, kata Samuel kepada awak BATAMBicara.id, Rabu (23/3/2022).

Diketahui rumah Samuel berdekatan dengan lokasi Sekolah SMA 4.

Setelah dikeroyok Samuel tidak sadarkan diri, sehingga diketahui pihak keluarga.
Keluarga Samuel mendatangi pihak sekolah untuk menanyakan perihal pemukulan anaknya oleh siswa SMA 4.

Saat pihak sekolah mengumpulkan seluruh siswanya, ternyata Samuel hanya mengenali seorang dari 10 siswa yang memukuli dirinya hingga mengalami luka beberapa jahitan di pundak kirinya.

Menurut pengakuan Samuel yang bekerja sebagai pengantar sayur-mayur dipasar Tiban Kampung ini, seorang siswa mengaku anak seorang anggota Dewan (DPRD).

“Dia (siswa) yang mengatakan kepada ibu saya, aku anak anggota dewan”, kata Samuel menirukan perkataan seorang siswa kepada ibunya, saat berdialog di hadapan pihak sekolah.

Kepala Sekolah (Kepsek) Sri Darmawati, saat dimintai keterangan mengatakan, benar ada kejadian pemukulan warga setempat oleh siswanya.

“Saat ada berita (pemukulan) itu kita sedang kegiatan belajar mengajar. Anak-anak yang kelas XII juga ada sosialisasi dengan rombongan dari TNI AL. Setelah acara sosialisasi selesai, kami dihebohkan berita pemukulan warga sini oleh anak-anak siswa SMA 4”, ungkap Kepsek Sri.

Selanjutnya Kepsek Sri bersama tim guru kesiswaan dan tim humas mengumpulkan seluruh siswa dan melakukan dialog dengan orang tua Samuel di luar pagar sekolah.

“Karena kita gak tau kronologi kejadiannya jadi kita berdialog dengan orang tua yang katanya anaknya dipukul oleh siswa SMA 4 diluar pagar sekolah”, kata Kepsek Sri.

Sebelumnya Kepsek juga bertanya kepada pihak keamanan sekolah (sekuriti) tentang anak-anak siswanya yang keluar pada saat jam belajar.

“Kata pak sekuriti tidak ada yang keluar saat jam belajar berlangsung apalagi saat kejadian tersebut, entahlah kalau mereka lompat pagar dibelakang sekedar untuk merokok atau bolos”, ungkap Kepsek Sri.

Selanjutnya pihak sekolah memfasilitasi korban pemukulan untuk berjumpa dengan siswa yang menganiaya dirinya

“Ya, kita fasilitasi warga yang dipukul ini untuk mencamkan (menandai) siapa-siapa saja yang memukuli dia”, urai Kepsek Sri kepada awak media BATAMBicara.

Saat ditanya mengenai keterlibatan pemukulan oleh anak seorang anggota Dewan, Kepsek Sri mengatakan bahwa tidak ada orang tua murid yang anggota dewan.

“Disini tidak ada orang tua murid sebagai anggota dewan. Disini 80% asli warga Tiban Kampung, Tiban Lama, 20% nya warga diluar itu”, kata Kepsek Sri.

Menurut Kepsek Sri untuk lebih mendetail perkara siapa-siapa saja yang terlibat dalam kasus pemukulan oleh siswa SMA 4, ia menyarankan untuk membuat laporan kepihak kepolisian, Polsek Sekupang.

Saat dikonfirmasi ke Polsek Sekupang, bagian piket penjagaan mengatakan laporan kejadian kemarin (22/3) itu bukan bagian piket sekarang (23/3).

“Kami mulai piket tadi jam 08.00 Wib pagi tadi bang, jadi kalau laporan yang kemarin, dinas piket yang kemarin nanganin”, kata seorang petugas piket.

Mengenai adanya ungkapan laporan ditolak oleh bagian piket penjagaan, petugas piket Polsek Sekupang mengatakan lebih baik menghadirkan pelapor.

“Kalau katanya laporan si pelapor ditolak, lebih baik hadirkan saja pelapornya kemari, kita proses sekarang juga”, jelas seorang petugas piket kepada awak media BATAMBicara.

Terpisah, Babinkamtibmas Tiban Lama, Boy saat dihubungi mengatakan, ia bersama keluarga korban pemukulan sudah melakukan dialog.

“Sebelumnya saya menyesali atas kejadian ini, karena pihak sekolah baik Kepsek SMA 4 maupun wakilnya tidak memberitahukan kepada saya bahwa ada warga yang berkelahi dan mereka masih menggunakan seragam sekolah. Kejadian pukul 10.00 Wib, saya diberitahu pukul 14.00 Wib, itupun dari orang lain”, ungkap Boy.

Namun ia tetap melakukan mediasai dengan pihak keluarga korban pemukulan.

Saat dihubungi, Boy sedang bersama keluarga Samuel dan Ia mengatakan masalah laporan ke Polsek Sekupang bukan ditolak.

“Dari sana mengatakan, sebelum melaporkan, harap dipikir-pikir terlebih dahulu, karena kalau sudah di BAP kedua belah pihak harus dimintai keterangan dan kalau seandainya ada baku hantam saat di sidik, kedua belah pihak mengalami luka-luka, bisa-bisa keduanya akan menjadi tersangka”, urai Boy.

Dari hasil mediasi Babinkamtibmas Boy bersama pihak keluarga Samuel, disamping itu pihak sekolah SMA 4 juga menyambangi ke rumah keluarga Samuel bahwa kasus pemukulan yang melibatkan anak siswa berseragam SMA 4 Tiban ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Keluarga nya yang mau menyelesaikan secara kekeluargaan”, kata Boy.

Boy juga berharap agar kasus seperti ini jangan sampai terulang kembali, apalagi menyangkut siswa sekolahan. (sauth)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button