Kriminal

Sakit Hati Adik Ditegur, Kakaknya Bacok Sekuriti Perusahaan di Batam

BATAMBicara | Hanya berawal dari sebuah teguran, AG (30) dan D (27), kakak adik ini harus meringkuk di balik jeruji besi Mapolsek Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau.

Karena keduanya terlibat pembacokan seorang sekuriti berinisial SWT (33), pada sebuah perusahaan di Kecamatan Batu Aji. Kejadian pada hari Sabtu (19/2/2022).

Kakak adik itu sebelumnya sempat melarikan diri dan berhasil ditangkap di kawasan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Pada hari Selasa (22/2/2022). 

Kapolsek Batu Aji, Kompol Daniel Ganjar Kristanto menyebutkan, dari hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku, pembacokan itu berawal sakit hati salah satu pelaku kepada korban.

“Masalahnya sebenarnya, karena D yang merupakan adik dari AG mengaku bahwa dia ditegur oleh korban dan rekan-rekannya, setelah D ini katanya dikeluarkan dari perusahaan tersebut,” kata Daniel ditemui di Mapolsek Batu Aji.

“Mendengar curhat dari adiknya itu, pelaku AG kemudian minta agar diantar. Dia juga membawa sebilah samurai kesana,” terang Daniel.

Saat tiba di lokasi, pelaku AG kemudian meminta D untuk menunggu di depan gerbang menjaga motor.

Setelah itu, pelaku AG langsung masuk ke wilayah tempat kerja adiknya dan melakukan pembacokan terhadap sekuriti yang tengah berada di pos depan.

“Sebenarnya ada dua petugas securiti yang ada di lokasi. Tapi hanya korban SWT ini yang akhirnya terkena bacokan samurai yang dibawa pelaku,” papar Daniel.

Usai kejadian itu, AG dan D pun langsung kabur dari lokasi tersebut.

Daniel menambahkan, AG diketahui merupakan residivis dengan kasus yang sama pada 2020 silam.

“Di Batu Aji juga, tapi sudah inkrah menjalani hukuman,” jelas Daniel.

Sementara itu, AG mengatakan, ia nekat melakukan itu karena merasa adiknya tidak mungkin bohong kepadanya.

“Adik saya lapor begitu, tidak mungkin dia bohong. Saya kasihan juga dia dipecat dari kerja, anaknya 3,” kata AG singkat.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan dengan Pasal 351 ayat 2 juncto pasal 56 2 (e) KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. (**)

Kompas

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button