BATAMBicara

Tanam Sabu 8 Kg Petani di Batam Terancam Hukuman Mati

BATAMBicara | Batam – Diketahui, satuan Narkoba Polresta Barelang Kepulauan Riau (Kepri), mengamankan seorang petani yang menjadi pengedar sabu antar provinsi bersama dua orang lainnya. Untuk mengelabui petugas, petani bernama Hamdi itu menyembunyikan sabu seberat hampir 8 kilogram (kg) dengan menanamnya di bawah pohon nangka tidak jauh dari kediamannya.

Polisi menetapkan Hamdi (33) sebagai tersangka narkotika. Karena ia menanam sabu 8 kg di kebun belakang rumahnya di Desa Terusan Beringin, Tembilah, Provinsi Riau ini untuk menghilangkan jejak. Tersangka terancam hukuman mati. Selain Hamdi, dua tersangka lain yakni, Muhamad Rafi dan Ervin juga diancam hukuman yang sama.

Tersangka Hamdi mengaku menemukan paket sabu saat mancing di laut. Paket sabu itu kemudian dibawa pulang dan ditanam di bawah pohon nangka untuk menghindari kecurigaan warga dan polisi. Sabu disimpan dalam tiga lubang di bawah pohon tersebut dan ditutupi oleh semak belukar.

Kasat Narkoba Polresta Barelang Kepulauan Riau (Kepri), Kompol Abdul Rahman mengatakan, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 jo 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ketiganya diancam dengan hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati,” katanya dalam gelar perkara kasus narkotika di Mapolresta Barelang. Selasa (16/6/2020).

Kompol Abdul Rahman mengatakan, tersangka yang merupakan petani itu ditangkap pada Kamis (11/6/2020) lalu. Tersangka Hamdi mengaku menemukan sabu tersebut saat ia memancing di laut.

Mendapat durian runtuh, Hamdi berencana mendapatkan uang banyak dari penjualan barang haram itu. Dia kemudian menyuruh tersangka Rafi untuk menjual sabu yang ditemukannya dengan harga murah di Batam.

“Menurut pengakuan tersangka, barang itu ditemukan dari kegiatan memancing di laut. Dia melihat plastik merah dan diamankan. Ketika dibuka, ada beberapa paket di dalamnya, dan dia tahu itu narkotika,” kata Abdul Rahman mengutip iNews. Selasa (16/6).

Dia mengatakan, pengungkapan kasus narkoba ini berawal saat polisi yang menyamar menjadi pembeli bertransaksi dengan tersangka Ervin di Hotel New Star, Nagoya, Batam, pada Rabu (10/6/2020) silam.

“Dari tangan tersangka, kami mengamankan narkoba sebanyak 5,3 gram sabu,” kata Abdul Rahman.

Dari keterangan Ervin diketahui jika sabu tersebut milik saudaranya, Muhamad Rafi. Polisi pun bergerak cepat dengan menangkap Rafi yang asyik berpesta sabu di rumah kosnya pada Rabu malam itu juga. “Petugas kemudian menyita tiga bungkus sabu seberat lebih kurang 110 gram,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan tersangka Rafi diketahui jika sabu miliknya berasal dari Hamdi, kakak iparnya, yang bekerja sebagai petani di Tembilahan, Riau. Polisi langsung bergerak cepat ke Tembilahan dan berhasil menangkap Hamdi bersama 7,7 kg sabu yang disimpan di kebun belakang rumahnya. Kamis (13/6) kemarin. (**)

Sumber: iNews
Editor: saut/bb

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed