Batam

Harga Tiket ke LN Sangat Tinggi, Komisi I DPRD Batam Panggil Operator Pelayaran

BATAMBicara | Batam – Setelah diberlakukan situasi normal dibeberapa wilayah pasca pandemi termasuk Batam, untuk membebaskan warga Indonesia ke luar negeri (LN) dan begitu juga sebaliknya bagi Wisman (wisatawan mancanegara) termasuk Singapura dan Malaysia.

Begitu juga dengan para operator pelayaran untuk melayani para penumpang masuk negara tetangga Singapura maupun Malaysia.

Saat ini penumpang yang menggunakan armada Ferry penyeberangan ke Singapura dan Malaysia sangat keberatan dengan tingginya biaya tiket yang sebelum pandemi masih sangat terjangkau, kini para operator kapal menggunakan kesempatan, setelah dibukanya kembali masyarakat untuk berpergian ke negara tetangga Singapura dan Malaysia.

Atas aduan masyarakat mengenai tingginya harga tiket tersebut, Komisi I DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) mengenai melonjaknya harga tiket Ferry penumpang tujuan Singapura dan Malaysia. Jumat (13/5/2022).

Ketua Komisi I DPRD Batam, Lik Khai memimpin langsung jalannya rapat tersebut. Tampak hadir dalam kegiatan itu, Wakil Ketua III DPRD Batam, Ahmad Surya, Ketua Komisi IIi DPRD Batam, Djoko Mulyono didampingi anggota Muhammad Rudi dan Dominggus Roslinus Rega Woge. Hadir juga anggota Komisi I, Utusan Sarumaha, Tan A Tie, Tohap Erikson Pasribu, Muhammad Fadli.

Ketua Komisi I DPRD Batam Lik Khai mengatakan, sudah banyak laporan masyarakat yang masuk ke komisi I terkait kenaikan tarif yang dilakukan agen secara sepihak.

Dikatakannya, masyarakat melaporkan adanya lonjakan harga tiket tujuan Singapura dan Malaysia sejak dibukanya kembali perjalanan Internasional bagi warga Batam dan sekitarnya.

“Kita ini negara hukum, termasuk kenaikan tarif ini harus ada acuannya, harus ada izin dari Kementerian Perhubungan atau instansi terkait. Tidak boleh semena-mena menaikkan,” tegas Lik Khai di ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Batam.

Lik Khai juga mengatakan bahwa kenaikan harga tiket kapal Ferry ini harus ditunda dan meminta kepada semua agen untuk kembali ke harga tiket normal sebelum pandemi atau sebelum ada kenaikan. Dan terkait pengisian bahan bakar di Singapura, itu dikarenakan kapal tersebut berbendera Singapura.

“Kalau kami tahu masih naik harganya. Tidak kembali ke harga sebelumnya, kami akan sidak,” tegasnya.

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button