Batam

Daftarkan IMEI HP, PMI Dimintai Uang oleh Oknum Security di Pelabuhan Batam Center

para security di lokasi itu hanya membantu para PMI untuk mendaftar IMEI ponsel

BATAMBicara | Batam – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) kesal dengan perlakuan sejumlah oknum security di kawasan Pelabuhan Internasional Batam Center.

Mereka mengaku, dimintai sejumlah uang dengan dalih pendaftaran IMEI (International Mobile Equipment Identity) atau nomor identitas khusus yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah ponsel.

“Pendaftaran IMEI di pelabuhan Batam Center dipungut bayaran Rp80 ribu per hp, alasannya jualan kartu Smartfren padahal harga kartunya cuma Rp20 Ribu,” kata Agustinus.

Dirinya mengatakan, harus mengeluarkan uang Rp240 ribu untuk tiga hp yang ia bawa masuk ke Batam melalui Pelabuhan Batam Center.

“Kami bertiga jadi kena Rp 240 ribu”, katanya.

Menanggapi hal itu, Pengelola Pelabuhan Internasional Batam Centre PT Synergy Tharada melalui Manajer Operasional, Nika Astaga membantah adanya pungutan oleh sejumlah personil security di Pelabuhan Internasional Batam Center.

Dirinya menjelaskan, para security di lokasi itu hanya membantu para PMI untuk mendaftar IMEI ponsel mereka.

“Bukan dimintai mereka (PMI), kan Ling-lung tidak tahu. Sebagian dari mereka itu tidak mengerti, jadi minta tolong sama scurity dan tidak diwajibkan dikasih uang,” katanya. Senin (9/5/2022).

Menurutnya, jumlah PMI yang masuk ke Pelabuhan Internasional Batam Center sangat besar sehingga pihak bea cukai tidak dapat menghandel seluruh PMI yang masuk. Jadi Security pelabuhan hadir untuk membantu para PMI.

“HP mereka itu kan harus didaftarkan. Tapi kalau mereka bisa ngurus sendiri ya silahkan, rata-rata kan banyak yang ngga ngerti”, katanya.

Dirinya mengaku sengaja memberikan kelonggaran kepada sekurity untuk mengambil alih beberapa job desk lain, diantaranya sebagai porter dan membantu pekerjaan bea cukai, hal itu dilakukan untuk menambah penghasilan para security.

“Memang kita diminta tolong, untuk menambah penghasilan mereka. Tapi bukan berarti harus minta uang ke PMI itu,” ungkapnya.

Meski begitu, dirinya tetap melakukan pengawasan terhadap security dan memberikan sanksi jika ada security yang melakukan pungutan tersebut.

“Ini masukan juga buat kami. Ini akan kami kontrol, nanti kami panggil security kita. Mana tau ada salah satu oknum yang main kotor”, tutupnya. (agn/bbid)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button