Batam

Ternyata ada 750 Amplop yang Diduga sebagai Upeti Gelper di Batam

BATAMBicara | Batam – Terkuak, inilah alasannya mengapa sulit memberantas setiap beroperasinya arena perjudian di Batam. Hal ini dibeberkan secara blak-blakan oleh pihak yang diduga sebagai pengelola usaha gelper dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Warga Perumahan Merlion Batuaji dan sejumlah Tokoh Masyarakat, Majelis Taklim, NGO LP-KPK, PTSP, SATPOL PP dan para awak media, Kamis 27/3/2022.

Warga Merlion di Batu Aji, Kota Batam yang menuntut ditutupnya dugaan ajang perjudian berkedok Gelanggang Permainan (Gelper) bernama Spore Game milik Tedi, harus ditutup karena mengganggu kenyamanan warga. Disamping kegiatan itu berada satu atap dengan sekolah Permata Harapan dan beroperasi 24 jam seharinya.

Perwakilan PTSP yang hadir dalam RDP tersebut juga menyatakan bahwa Spore Game di Merlion tidak memiliki perizinan lengkap dan dianggap sudah menyalahi perizinan yang diberikan, sehingga usaha itu harus ditutup dan tidak boleh beroperasi lagi.

Dalam RDP tersebut, perwakilan pihak pengelola yang diduga arena perjudian gelper menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan dan mengkondisikan sebanyak 750 (tujuh ratus limapuluh) amplop setiap bulannya yang dibagi-bagikan kepada oknum-oknum LSM, Media, tokoh masyarakat dan pihak-pihak berpengaruh lainnya seperti RT, RW dan organisasi masyarakat agar pengoperasian usaha yang diduga gelanggang perjudian tersebut tidak mendapat gangguan dalam melaksanakan aktifitasnya.

Anggota DPRD Kota Batam Komisi I juga salah satu pimpinan sidang RDP, Safari Ramadhan saat dimintai keterangannya mengatakan jika tidak ada perizinannya maka aparat hukum akan menutupnya.

“Kalau tidak ada izinnya kita minta kepada aparat hukum untuk menutup Gelper itu, aturan harus ditegakkan“, ujarnya.

Safari juga mendukung masyarakat untuk melaporkan dugaan kegiatan perjudian yang mengatasnamakan permainan tersebut.

“Saya juga setuju agar masyarakat melaporkan kegiatan tersebut ke pihak kepolisian jika terbukti merupakan arena perjudian”, sebutnya.

Terpisah, Tokoh Pemerhati Masyarakat Kota Batam, Suharsad juga menyayangkan adanya praktik dugaan perjudian dikawasan komplek sekolahan.

“Saya juga menyayangkan sekali atas keberadaan mayoritas dari ratusan Oknum LSM, Tokoh Masyarakat dan Media yang ada di Batam ini juga menerima ‘upeti’ yang memberikan kesan persubahatan dan dapat menimbulkan asumsi publik karena mengabaikan dan tutup mata dalam menyikapi dugaan-dugaan pelanggaran hukum”, ungkapnya.

Suharsad juga mengatakan bahwa perjudian dengan dalih permainan tersebut akan merusak generasi bangsa.

“Disamping itu juga tidak memberikan edukasi kegenerasi muda yang akan jadi tulang punggung bangsa ini dikemudian hari kelak. Apakah ini warisan yang akan ditinggalkan untuk mereka?“, tuturnya.

Setelah dikonfirmasi kepada AP salah satu tokoh LSM, mereka akan segera melakukan pertemuan khususnya para media dan journalis untuk membahas pernyataan terkait upeti 750 amplop tersebut pada siang ini Jumat (25/3/2022). Demikian AP menyampaikan ke WB via teleponnya siang ini. (wb/bbid)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button