Batam

Penimbunan Lahan di Tembesi Batam Berimbas pada Mangrove Muda

BATAMBicara | Batam – Penimbunan lahan di belakang perumahan Taman Anugerah, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam sedang berlangsung. Selasa (8/3/2022).

Lahan yang melebar tertimbun tersebut berdekatan dengan alur sungai Tembesi dan sudah menimpa lahan mangrove (hutan Bakau) yang masih muda pada terusan kanal tersebut.

Pantauan tim media dan awak BATAMBicara di lapangan, pemerataan lahan seluas 9 Ha tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Menurut Ketua RW Taman Anugerah, Suhendra, awal penimbunan lahan tersebut menuai masalah, karena mobilisasi berupa truk pengangkut tanah dari luar area penimbunan merusak jalan masuk perumahan Taman Anugerah.

“Tidak ada kompensasi yang diberikan untuk memperbaiki jalan yang rusak, hanya pihak pengembang melakukan pengerasan jalan di beberapa titik jalan yang rusak. Selanjutnya saya juga meminta kepada mereka untuk memberikan lampu jalan masuk ke sini (perumahan Taman Anugerah),” ungkap Hendra.

Mobilisasi truk pengangkut tanah dari luar lokasi ©bbid

Hendra juga mengatakan, bahwa permasalahan lahan tersebut sudah didiskusikan, dengan bergantinya pihak pengembang lahan dari PT sebelumnya.

“Tempo hari sudah turun pihak kelurahan, kalau camat tidak hadir, mungkin ada urusan lain”, katanya.

Hendro yang biasa dipanggil ini juga menuturkan bahwa pengerjaan lahan yang dimulai pada bulan Januari 2022, itu sudah di kunjungi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Komisi 2, komisi 3 dan komisi 4 DPRD Kota Batam.

“Ya, kemarin sudah turun dari dinas terkait (DLH) komisi dua, komisi tiga dan komisi empat”, terangnya.

Disisi lain imbas dari penimbunan lahan yang dilakukan oleh 4 gabungan perusahaan developer tersebut sudah melebar pada hutan Bakau.

Menurut mantan pekerja pada salah satu perusahaan pengembangan lahan, yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pekerjaan (penimbunan dan pelebaran) lahan yang mencapai anggaran 2 M ini dilakukan dengan 3 tahap.

“Jadi kalau ini pekerjaan berlanjut akan menjadi 3 tahapan. Satu tahap mencapai 3 Ha”, ungkapnya.

Mengenai Bakau yang berimbas pada pelebaran lahan tersebut, Ia mengatakan, “saya sendiri yang ada dilokasi bahwa Bakau-bakau yang masih muda itu sudah terkena, bahkan tertimbun, beda hal nya kalau Bakau yang sudah mati”, sebutnya.

Sebuah alat berat pemerataan tanah sedang bekerja ©bbid
1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button