BatamKepulauan Riau

Travel Bubble Telah Dikeluarkan, Wisman Singapura Boleh Datang ke Kepri

BATAMBicara | Batam – Sekian lama pandemi melanda negeri, termasuk negara Singapura yang saat ini masih memberlakukan aturan karantina bagi warga yang masuk ke negeri tersebut.

Saat ini aturan pelaksanaan travel bubble telah dikeluarkan, dan mulai berlaku hari, Senin (24/1/2022). Aturan khusus travel bubble Singapura, Batam, Bintan ini tertuang dalam Surat Edaran nomor 3 tahun 2022, tentang Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Luar Negeri dan Mekanisme Travel Bubble Kawasan Batam, Bintan dengan Singapura.

”Akan diumumkan langsung pemerintah pusat, yakni saat Bapak Presiden mengunjungi Bintan, besok (hari ini, red),” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar, mengutip Metropolis-Batampos. Selasa (25/1/2022).

Ia mengatakan, dari jadwal sementara, Presiden Jokowi direncanakan akan berada di Kepri selama 2 hari, yakni Senin (24/1/2022) dan Selasa (25/1/2022). Namun, ia belum mengetahui pasti agenda kedatangan Presiden Jokowi ke Kepri.

Namun, ia berharap, salah satu poinnya yakni peresmian pelaksanaan travel bubble. Buralimar mengaku, program travel bubble sudah lama diwacanakan dan diperjuangkan. Namun, baru awal tahun 2022 ini terlaksana.

”Sejak Juni 2020, wacana ini. Kami, pelaku-pelaku pariwisata terus memperjuangkan ini. Alhamdulillah, akhirnya dilaksanakan. Menjadi awal baru pariwisata di kala pandemi,” ujarnya.

Pelaksanaan travel bubble, untuk sementara hanya di kawasan Nongsa, Batam, dan Lagoi, Bintan. Ia mengatakan, sejauh ini baru dilakukan kajian umum, terkait dampak pelaksaannya.

”Saat ini yang terpenting dilaksanakan segera pelaksanaan travel bubble. Jika memang dalam perjalanan ada yang perlu dibenahi, maka akan dilakukan evaluasi,” ujarnya.

Travel bubble memang diharapkan menjadi penyemangat para pelaku pariwisata. Pelaksanaannya akan dievaluasi setelah sebulan berjalan. Kekurangan dan kelemahan selama sebulan akan dipetakan.

Nantinya, kata Buralimar, akan dibenahi, sehingga sistem ini menjadi lebih baik. Jika memang berjalan dengan baik dan tidak memberikan dampak signfikan terhadap pandemi di Indonesia, maka program travel bubble dapat berubah menjadi vaccinated travel land (VTL).

”Jadi begini, satu bulan setelah travel bubble kami evaluasi, lalu pintu-pintu pariwisata di Kepri akan dibuka satu per satu. Sampai akhirnya delapan pintu masuk ke Kepri terbuka semua, sehingga wisatawan asing dapat masuk dengan mudah. Setelah itu, harapan kami para pelaku pariwisata, kebijakan travel bubble ini berubah menjadi VTL,” tuturnya.

Berdasarkan SE No 3 Tahun 2022 tentang Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), mekanisme travel bubble kawasan Batam, Bintan dengan Singapura, diharuskan menetap minimal selama 14 hari.

Selain itu, wajib telah mendapatkan vaksinasi lengkap. Protokol PPLN mekanisme travel bubble yakni, pintu masuk yang disediakan saat ini hanya dua yakni Terminal Feri Internasional Nongsapura, menjadi pintu masuk bagi wisatawan memasuki travel bubble Nongsa Sensation (NPM, Turi Beach, Nuvasa Bay, dan beberapa resort di kawasan Nongsa).

Lalu, pintu masuk Terminal Feri Bandar Bintan Telani, untuk memasuki kawasan travel bubble Lagoi Bintan Resort.

Ketentuan yang wajib disiapkan oleh PPLN yakni menunjukkan sertifikat vaksin (fisik maupun digital), negatif pemeriksaan PCR, visa kunjungan wisata, bukti konfirmasi pemesanan (di Nongsa Sensation atau Lagoi Bintan Resort), menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan Bluepas.

Jika ada PPLN yang positif Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan, akan menjalani isolasi terpisah dari kawasan travel bubble. Jika gejala sedang dan berat, maka menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

Biaya perawatan sepenuhnya ditanggung PPLN WNA (warga negara asing). Seluruh PPLN saat berada di kawasan travel bubble Batam dan Bintan, hanya diperkenankan melakukan interaksi dengan wisatawan atau orang yang berada di satu kawasan.

Selain itu, hanya diperbolehkan berkegiatan di zona yang ditentukan, sesuai dengan rencana perjalanan.

Para PPLN ini juga wajib melaporkan diri, jika mengalami gejala yang berkaitan dengan Covid-19.

Fasilitas di kawasan travel bubble Batam dan Bintan, harus memenuhi standar yang telah ditentukan. Kawasan travel bubble wajib memiliki tenaga operasional dan pengawasan protkes, tenaga penanganan kesehatan (dokter dan perawat), dan tenaga penunjang pelaksanaan protes. (**)

Metropolis-Batampos 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button