BatamKepulauan Riau

Aliansi Buruh Batam: Matinya Hati Nurani Gubernur Kepri!

BATAMBicara | Tanjungpinang – Hari ke-3 demonstrasi dari berbagai aliansi serikat pekerja buruh Kota Batam masih bertahan di kantor gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang. Kamis (9/12/2021).

Aliansi yang tergabung dari Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan perwakilan dari serikat buruh lainnya ini hanya ingin bersilaturahim dengan gubernur Kepri, Ansar Ahmad, sekaligus menyampaikan keberatan atas putusan gubernur Kepri tentang Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2022.

Salah satu tuntutannya adalah meminta kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Batam untuk tahun 2022 sebesar 10 persen dari UMK tahun 2021 sesuai dengan PP 78.

Ketua DPC FSPLEM SPSI, Surya Margasastra, mengatakan aksi turun ke jalan yang digelar mulai hari Senin (6/12) kemarin itu adalah mempertanyakan serta menagih janji Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

“Hari kedua yakni Selasa (7/12) kemarin kita berangkat ke kantor gubernur, Dompak, Tanjungpinang hingga hari ini. Kamis (8/12). Ada dua upaya yang kita lakukan (penyampaian aspirasi). Setelah upaya pertama kita aksi di sport hall Temenggung Abdul Jamal Batam dan di depan Gedung Graha Kepri Batam. Hari ini kita lakukan upaya kedua, adalah untuk silaturahim atau pun beramah-tamah, sesuai adat ketimuran kita”, ungkap Surya.

Kedatangan perwakilan dari berbagai aliansi federasi serikat buruh Kota Batam, memasuki hari ke tiga di kantor gubernur ini tidak membuahkan hasil.

Rombongan yang membawa pesan-pesan dari ribuan pekerja pabrik di Kota Batam terkait UMK ini tidak dapat berjumpa dengan gubernur Kepri Ansar Ahmad.

“Kita datang kesini baik-baik, kita tidak gelar demonstrasi yang anarki. Kami juga memiliki etika, saat gubernur sedang ada acara di aula belakang tadi, kami tunggu beliau sampai acaranya selesai. Namun pak gubernur keluar lewat pintu samping dan melarikan diri dari kami. Ada apa ini?”, tambah Surya penuh dengan kekecewaan.

Menurut Surya, dia bersama ribuan pekerja di Batam akan kembali melakukan aksi dan massa yang lebih besar lagi, karena gubernur sendiri tidak ada tanggapan atas kedatangan rombongannya.

“Kami akan kembali ke Batam, karena kami disini tidak diterima oleh gubernur, sementara dia (gubernur) sendiri ada di dalam, kami tidak ingin merusak acaranya, kami tunggu diluar, tetapi malah kabur. Namun kita semua sudah bisa menilai gubernur kita ini, sampai dimana sikapnya, kemampuannya untuk mengatasi ke keluhan yang terjadi di tengah masyarakat”, tutupnya. (sauth)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button