BatamKepulauan Riau

Ribuan Buruh Padati Separoh Jalanan Kota Batam, Koordinator: Gubernur Kepri Ingkar Janji

BATAMBicara | Ribuan buruh dari berbagai aliansi di Kota Batam kembali turun ke jalan pada Senin (6/12/2021).

Pasalnya, demo buruh yang dimulai pada pukul 08.00 Wib, tersebut tidak puas dengan Surat Keputusan (SK) yang sudah di tandatangani Gubernur Kepri, Ansar Ahmad terkait kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) untuk tahun 2022.

Akibat dari aksi buruh yang turun ke jalan tersebut, Jl. Ahmad Yani, Mukakuning terjadi macet total, karena masa memadati jalan raya mulai dari simpang lampu merah Batamindo hingga ke Stadion Temenggung Abdul Jamal.

Adapun para aliansi buruh tersebut itu dari Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan serikat buruh lainnya.

Pantauan BATAMBicara di lokasi, jalan dari arah Mukakuning, Panbil menuju Kepri Mall sempat ditutup dan di blok masa, bahkan masa melakukan bakar-bakar di tengah jalan lintas tersebut, tepatnya di hotel Best Western Premier Panbil.

Salah satu tuntutannya adalah meminta kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Batam untuk tahun 2022 sebesar 10 persen dari UMK tahun 2021 sesuai dengan PP 78.

Ketua DPC FSPLEM SPSI, Surya Margasastra, mengatakan aksi turun ke jalan ini adalah semata-mata untuk memperjuangkan hak bagi para buruh dan menagih janji Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

“Saat ini Kapolda dan Danrem sedang berkoordinasi untuk mendesak Gubernur memenuhi tuntutan kita dan mereka minta waktu sampai jam 14:30 sore ini. Jadi mohon kepada seluruh Ketua PUK SP LEM se Kota Batam untuk hadir dan berkumpul di lokasi (sport hall Temenggung Abdul Jamal) paling lambat jam 14:30 sore ini. Terima kasih”, imbauannya melaui pesan WhatsApp.

Berikut tiga tuntutan buruh saat berunjuk rasa menolak penetapan upah minimum (UMK) tahun 2022;

1. Gubernur cabut kasasi, patuhi putusan PTUN Tanjungpinang dan patuhi PTTUN Medan tentang UMP Kepri dan UMK Batam.

2. Gubernur Kepri diminta segera revisi SK nomor 1373 tahun 2021tentang UMK 2022

3. Apabila Gubernur Kepri tidak melaksanakan azas-azas pemerintah baik, maka lebih baik mengundurkan diri.

Kordinator FSP LEM SPSI Kota Batam, Munawar mengatakan, Gubernur Kepri Ansar Ahmad telah ingkar janji dengan buruh.

“Gubernur telah ingkar kepada kita di mana tanggal 29 November 2021 berjanji akan mengakomodir permintaan buruh, tetapi nyatanya dia (Asar Ahmad) berselingkuh dengan pengusaha,” ujarnya dalam orasinya.

Selain itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan, mulai dari Kepolisian, TNI dan gabungan Security Panbil di lokasi yang akan kita lalui menuju stadion.

Terlihat beberapa spanduk yang terbentang di Jalan Ahmad Yani, meminta Gubernur Kepri harus mencabut kasasi dan patuhi PTUN Tanjungpinang.

Di spanduk juga terlihat tulisan meminta Gubernur harus mengundurkan diri jika tidak melaksanakan azas-azas umum pemerintah.

Atas pemblokadean sepihak oleh para buruh di jalan raya Panbil – Kepri Mall tersebut, melihat ini Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur, meminta buruh untuk putar balik.

Dengan suara lantang mengimbau kepada anggotanya untuk mengatur jalanan yang di sesaki para buruh tersebut.

“Kau anggota kenapa diam, atur buruh, jangan langsung arahkan putar balik,” kata Yos.

Dengan nada tinggi sambil mengayunkan tongkatnya Kapolres meminta rombongan buruh untuk segera putar balik.

Pada waktu yang sama, aliansi buruh dari kawasan Industri Tunas Batam Center juga melakukan long march. Dengan tertib mereka (buruh) di kawal mobil Patwal di depan memenuhi jalan Isa, KBC hingga ke stadion sport Temenggung Abdul Jamal.

Setelah tiba di stadion dan bergabung, kemudian rombongan pun melanjutkan dengan long march dari arah Panbil menuju ke arah Batam Center.

Hingga sore pukul 16.30 Wib, para buruh masih melakukan orasi di depan Gedung Graha Kepri Batam Center, “tadinya kita mau orasi di Kantor Walikota Batam”, ujar salah seorang buruh yang ikut demo.

Menurut informasi yang di terima BATAMBicara aksi buruh ini akan berlangsung selama sepekan, sampai tuntutan mereka terpenuhi. (Sauth)


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button