BATAMBicara

Penyesuaian Tarif Trans Batam Segera Diberlakukan

Batam bicara, Penyesuaian tarif Trans Batam yang sempat tertunda akibat diberlakukan nya PPKM Darurat dan PPKM Level empat, akan segera dilakukan. Penyesuain tarif ini sejatinya akan dilakukan pada tanggal 13 Juli 2021 lalu.

Penundaan ini dilakukan dengan berbagi macam pertimbangan, terutama melihat kondisi ekonomi masyarakat akibat diberlakukan PPKM Darurat dan PPKM Level empat.

Pada akhirnya, penyesuaian tarif Trans Batam akan diberlakukan mulai pada tanggal 27 September 2021 besok. Penyesuain ini dilakukan karena kebutuhan biaya operasional yang tinggi dan masih jauhnya pendapatan yang dihasilkan dari penjualan tiket.

Menurut Kepala UPT ( Unit Pelayanan Terpadu) Trans Batam Bambang Sucipto, penyesuaian Tarif Trans ini sudah layak, karena lebih delapan tahun tarif Trans Batam tidak pernah naik. Sementara BBM ( Bahan Bakar Minyak) sudah beberapa kali melakukan kenaikan.

” Penyesuaian Tarif Trans Batam ini sudah dapat persetujuan dari walikota Batam berdasarkan SK No 21 Tahun 2021, tentang penyesuaian tarif Trans Batam, yang seharusnya diberlakukan bulan Juli kemarin. Tetapi adanya PPKM Darurat , maka penyesuain ini ditunda”, kata Sucipto.

Surat Keputusan Walikota Batam No 21 Tahun 2021 Tentang Penyesuaian Tarif Trans Batam

Berikut Tarif Trans Batam yang akan diberlakukan sejak tanggak 27 Semtember 2021 adalah:

  1. Umum
    Tunai Rp 6000
    Non Tunai Rp 5000
  2. Pelajar (siswa dan mahasiswa)
    Tunai Rp 3000
    Non Tunai Rp 2500

Non tunai dapat dilakukan dengan menggunakan kartu BRIZZI BRI yang pada tahun 2018 sudah dilakukan penjualan kepada penumpang. Selain itu dapat juga dibayar melalui sistem Barcode QR dengan menggunakan seluler android.

Bambang Sucipto menyampaikan melalui telepon , bahwa dengan adanya penyesuaian tarif ini, akan dilakukan peningkatan pelayanan terhadap pelanggan setia Trans Batam.

“Kami akan melakukan peningkatan pelayanan, terutama penambahan armada, agar penumpang tidak terlalu lama menunggu. Kemudian pelayanan petugas dilapangan juga akan ditingkatkan termasuk dalam kesiapan laik jalan armada kita, ” Ungkap Sucipto dengan nada penuh semangat.

Didalam bus juga disediakan Barcode QR dan No Whatsapp pengaduan pelanggan. Hal ini untuk memudahkan penumpang yang akan menggunakan Trans Batam.

Pendapatan Trans Batam sebelum pandemi sekitar 25 juta rupiah perhari (sebelum tahun 2019). Namun memasuki Pandemi COVID-19 pada Maret 2020, pendapatan Trans Batam drastis menurun hanya sekitar 4 juta rupiah perbulannya.

Oleh karena itu armada dikurangi dan jarak interval juga semakin lama, akibat sepinya penumpang.

“Tetapi bulan Juli hingga September 2021 ini, pendapatan kembali mengalami peningkatan hingga mencapai sekitar 14 juta rupiah perbulannya”, kata Sucipto selaku Kepala UPT Trans Batam.

Sucipto berharap dengan penyesuaian tarif ini, dia dapat kembali melakukan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan Trans Batam.

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed