oleh

Ribuan Pekerja Batam Terpaksa Dapatkan Vaksin, Antrian Rusuh

BATAMBicara | Batam – Vaksinasi untuk masyarakat Batam yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Temenggung Abdul Jamal, Batam dimulai pada, Selasa (15/6) hingga hari ini, Kamis (17/6) mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Namun, ribuan masyarakat yang hadir ke lokasi justru menimbulkan kerumunan lantaran tidak tertib mengantre.

“Kalau begini bukan mencegah corona malah jadi corona baru, bu,” ujar salah seorang petugas kepolisian melalui pengeras suara. Rabu (16/6/2021).

Petugas mencoba menenangkan masyarakat bahwa semua akan kebagian vaksin lantaran stok yang tersedia hingga 5.000 dosis. “Yang di sini enggak sampai 3 ribu, kita punya 5 ribu, tolong tertib,” ujar petugas.

“Kami marah karena kami sayang masyarakat, kami enggak mau masyarakat kena corona. Yang belakang mundur, kasihan ibu-ibu dan anak-anak di sini,” lanjut petugas yang berjaga-jaga.

Hal tersebut disampaikan Kombes Pol Yos Guntur saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi yang terpusat di GOR Temenggung Abdul Jamal Kota Batam.

“Waktu pembagian di perzona kecamatan yakni pukul 08 – 11.30 WIB, Kecamatan Lubuk Baja, Batuampar, Bengkong, Batam Kota dan Nongsa. Kemudian pada pukul 13.00 – 15.00 WIB, kecamatan Sekupang, Batuaji, Sagulung dan Sei Beduk,” ujar Yos Guntur.

Dilain tempat, Mega Mall Batam Center juga diadakan vaksinasi kepada para pekerja.

Dari pantauan BATAMBicara, terlihat hampir 1.500 pekerja dari beberapa perusahaan di Batam sedang antrian untuk mendaftar vaksinasi.

“Saya ke sini ditemani suami, karena perusahaan tempat Saya bekerja mewajibkan seluruh staf dan karyawannya untuk divaksin,” ungkap Ibu Hasbul yang sejak pukul 07.30 WIB sudah mendapatkan antrian dan sedang menunggu dipanggil untuk di vaksin ini.

Sementara di dalam gedung Mega Mall hingga 09.30 WIB, para pekerja yang akan di vaksin belum juga di panggil.

“Rame – rame menyerahkan diri untuk disiksa,” ungkap seorang karyawan sambil setengah teriak, karena kesal terlalu lambat petugas mengatasi antrian yang semakin membludak.

“Mati aja panitia penerima formulir cina, giliran cina dikasih yang mateng gak dikasih,” timpal seorang Bapak lagi dari pojok gedung sambil menjaga anaknya bergantian dengan istri yang sudah menunggu di dalam gedung.

“Istri saya karena terpaksa aja, karena kalau tidak di vaksin, perusahaannya akan memberi sanksi. Diluar ricuh, di dalam malah rusuh. Benar-benar tidak ada persiapan yang mateng,” tutupnya. (rs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed