oleh

Masjid Berkubah Tanjak Melayu di Kota Batam

BATAMBicara | Batam – Peradaban Islam Melayu di tanah Riau, sejatinya adalah taat dan patuh kepada Allah SWT dan Rasul Nya. Sebagai kiasan yang juga dilambangkan kepada salah satu pakaian, salah satunya adalah penutup kepala yang di beri nama Tanjak.

Dengan melekatnya penutup kepala (Tanjak) bagi masyarakat Melayu Riau sebagai ciri khas yang resmi ini, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan membangunkan sebuah Masjid, yang akan di buatkan kubahnya berbentuk Tanjak.

Dimulainya pembangunan Masjid Berkubah Tanjak yang terletak di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam ini pada Desember 2020 hingga tahun 2022.

Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, menyampaikan, bahwa Masjid Bandara Hang Nadim Batam memiliki konsep arsitektur berbentuk Tanjak Melayu. “Kontraktor pemenang PT Nenci Citra Pratama, Konsultan Perencana Ir. Y. Seno Prakoso, MT dan Konsultan Supervisi PT. Narga Saraba Bhumi,” ungkap Bachroni.

Pembangunan kembali Masjid yang akan menambah daftar kebanggaan bagi masyarakat Batam, Kepulauan Riau serta wisatawan lokal maupun luar ini di bangun di atas lahan seluas 15.797 meter persegi. Adapun lantai 1 memiliki luas bangunan 2.094 meter persegi, dan lantai 2 (mezzanine) dengan luas bangunan 468 meter persegi.

Sementara tinggi bangunan Masjid mencapai 39,5 meter, tinggi menara Masjid 45 meter. Sedangkan kapasitas untuk jamaah pria terletak di lantai 1 dapat menampung sebanyak 900 jamaah, dan kapasitas jamaah wanita pada lantai 2 dapat menampung sebanyak 350 jamaah.

Struktur pondasi tiang pancang beton, dan tipe struktur bangunan kombinasi struktur beton bertulang dan baja, material arsitektur tanjak aluminium composite panel (ACP).

Biaya pembangunan Masjid yang memiliki ciri khas kebudayaan ini mencapai Rp 39.937.665.520,- dengan sumber pembiayaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

©fb/bb.id

Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, HM Rudi, di dampingi Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam, Usman Ahmad, perwakilan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad, serta jajaran Forkopimda Kota Batam.

Kepala BP Batam, HM Rudi, menyampaikan, Masjid ini sudah dirancang lebih kurang satu tahun yang lalu antara BP Batam, MUI Kota Batam, dan seluruh tokoh masyarakat Islam di Kota Batam. Adapun Masjid ini nantinya untuk memudahkan para penumpang dan pengguna jasa Bandara, sehingga para penumpang yang ingin berangkat melalui Bandara Hang Nadim apabila masuk waktu Shalat mereka bisa melaksanakan ibadah di Masjid ini.

“Sesuai kesepakatan bersama, desain gambar bangunan, yaitu Tanjak Melayu. Semua sudah sepakat untuk kita bangun. Adapun waktu pembangunan lebih kurang 16 bulan kemungkinan akan selesai pada tahun 2022,” ujar HM Rudi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam, Usman Ahmad, menyampaikan apresiasi pembangunan Masjid ini.

“Dengan keberadaan Masjid ini sangat menunjang untuk beribadah. Ini adalah sebagai wujud nyata bahwa mereka di mana pun berada harus menegakkan agama dengan mengerjakan Shalat. Ini sangat positif dan kami sangat mendukung semuanya,” kata Usman Ahmad.

Konsep massa bangunan terinspirasi dari bentuk Tanjak Melayu karena Tanjak memiliki lambang kewibawaan dan identitas di kalangan masyarakat Melayu.

“Selain menjadi ikon baru Kota Batam, juga diharapkan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan,” pungkasnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed