oleh

RSUD-EF Batam Tutup Sementara, Warga Didenda Rp250 ribu Jika Tidak Kenakan Masker Keluar Rumah

BATAMBicara | Batam – Pandemi Covid-19 di Kota Batam seakan belum menampakkan zona hijau secara keseluruhan. Dalam rangka memutus mata rantai penyebarannya, pihak Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSEF) mulai hari Jumat (28/8) untuk pelayanan IGD (Instalasi Gawat Darurat) resmi ditutup untuk sementara waktu, sampai menunggu hasil swab jajaran Rumah sakit.

Humas RSEF, Novita, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan, penutupan sementara karena hari ini (Jumat) jajaran Rumah Sakit menjalani tes swab dan sampai menunggu hasil tes keluar. “Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat ditutup untuk semementara waktu, karna jajaran medis sedang melakukan test swab. Kalau hasilnya negatif, kami akan membuka pelayanan kembali”, terangnya.

Namun pihak Rumah Sakit, menurut Novita, akan melakukan tracking kembali jika didapati ada yang positif. “Tujuan ditutup karna sedang melakukan screening sampai batas dinyatakan aman terhadap tenaga kesehatan”, ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Dr Didi Kusmarjadi SPOg, membenarkan adanya penutupan terhadap pelayanan IGD dan Poliklinik di RSUD Embung Fatimah Batam. “Iya, terpaksa kita tutup sementara, kita tetapkan dulu selama 14 hari, untuk memutus mata rantai Covid-19. Setelah itu (14 hari) kita buka kembali”, imbuhnya.

Didi juga mengatakan, menurut catatan yang diterimanya, ada 4 tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Embung Fatimah, yang terkonfirmasi Positif Covid-19. “Kita tidak mau ini menjadi melebar, makanya kita putuskan untuk tutup sementara waktu”, jelasnya.

Warga Bisa Kena Denda Rp250 Ribu

Menindaklanjuti INPRES (Instruksi Presiden) nomor 6 tahun 2020 tentang penerapan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan. Hal itu telah dibahas dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dalam Draf Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Kota Batam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed