BATAMBicara

Terjadi lagi, Warga Ambil Paksa Jenazah Meski Hasil Swab Belum Keluar di RSBP Batam

BATAMBicara | Batam – Terjadi lagi di Batam, Kepri, warga mengambilan paksa jenazah dari Rumah Sakit Badan Pegawasan (RSBP) Batam. Kali ini pihak keluarga memaksa dan membawa pulang jenazah dari rumah sakit, meskipun hasil swab test jenazah tersebut belum keluar.

Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, keluarga memaksa dan membawa pulang jenazah untuk segera dimakamkan dua hari lalu. “Malam itu juga pemeriksaan swab, tapi mereka (keluarga) meminta dan membawa pulang paksa,” ujar Didi kepada awak media Batam. Sabtu (22/8).

Humas RSBP Batam, Okta Riza, juga membenarkan hal itu terjadi. Menurutnya, pasien pada awalnya dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam keadaan sudah meninggal dunia. “Sesuai protokol karena saat ini pandemi, jadi dianjurkan swab dan keluarga setuju. Yang mana pada sebelumnya pasien juga ada demam,” ungkap Okta, dalam lansiran Tribun Batam. Sabtu (22/8).

Karena menunggu hasil swab, lanjutnya. “Keluarga tidak mau menunggu lama, sehingga mereka meminta jenazah segera dikeluarkan dari rumah sakit dan membawa pulang. Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan”, tutupnya. 

Sebelumnya kasus pengambilan jenazah terjadi di RS Budi Kemuliaan Batam. Keluarga memaksa membawa pulang jenazah meski hasil swab positif Covid-19. Saat itu Gugus Covid-19 Batam dan pihak kepolisian langsung menyisir keluarga dan penjemput jenazah kembali untuk dilaksanakan pemakaman sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Dari kasus pengambilan jenazah oleh keluarga yang meninggal dunia, sebanyak 15 orang dikarantina dan menjalani swab test di RSKI Galang, Batam.

Atas kasus tersebut Didi menyampaikan. “Belum ada kabar dari Galang,” ujar Didi. Jumat (21/8).

Proses hukum

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, mengatakan, sejauh ini polisi masih meminta keterangan kepada sejumlah orang yang bertugas di rumah sakit ketika kejadian malam itu.

“Siapa saja yang bertugas malam itu, dari perawat, dokter hingga satpam kami mintai keterangan untuk menanyakan keronologis kejadian sampai mereka membawa paksa jenazah,” ujar Andri.

Menurut Andri, dari sana nantinya mereka akan melanjutkan pemeriksaan terkait orang-orang yang mengambil paksa jenazah tersebut.

“Kalau mereka positif pasti dirawat dulu di RSKI, kalau negatif kita periksa. Kalaupun positif dan kemudian dirawat, setelah dirawat akan kita periksa juga,” lanjutnya.

Artinya polisi dalam hal ini tidak main-main untuk menangani perkara hukum terkait pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 yang terjadi di RSBK Batam.

Apalagi vidionya viral dan membuat Kapolda Kepri marah dengan adanya pengambilan paksa jenazah itu. “Untuk proses hukum tetap lanjut. Yang jelas kami masih menunggu hasil dari rumah sakit itu”, ujarnya.

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed