oleh

Walikota Batam Terima Aduan Warga Batu Merah, Korban Pungutan Liar oleh Oknum Lurah

BATAMBicara | Batam – Kantor Walikota Batam di datangi puluhan orang warga, mereka perwakilan dari Kampung Tua Batu Merah, Sengkuang, Kota Batam. Rabu (13/8). Puluhan perwakilan warga tersebut disambut Walikota Batam, HM Rudi, di depan pintu masuk.

Terlihat Walikota Batam, duduk berhadap-hadapan dengan puluhan perwakilan warga yang diketuai oleh Abdullah Yusuf.

Abdullah menjelaskan, selama ini banyak sekali persoalan yang dihadapi oleh warga Batu Merah. Karena selama ini Kampung Tua diwilayah belum ada kepastias legalitasnya. Termasuk masalah pemungutan uang ganti rugi yang dilakukan pihak ‘tuan tanah’ kepada para warga Batu Merah.

“Kami terus dikejar-kejar sama pihak yang mengaku tuan tanah. Awalnya disuruh ganti rugi Rp 260 ribu, kemudian negosiasi menjadi Rp 150 ribu. Uangnya itu dialirkan ke mana? Kami tidak tahu,” jelas Abdullah.

Ia bersama puluhan orang yang mewakili warga, akan berusaha memperoleh jawaban dari Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam, HM Rudi.

Abdullah juga mengaku sudah mengirim surat dua kali kepada BP Batam, kemudian mengirim surat lagi kepada Pemko Batam, namun tak satu pun menuai tanggapan, jawaban atau aksi. “Kalau bapak mau mengatakan: saya selesaikan, maka akan selesai ini semua!” ungkap Abdullah.

Mendengar tuntutan itu, HM Rudi menyela, dan langsung mengangkat mikrofon dan mulai merespons.

“Itu kata bapak. Tapi bapak provokasi lagi itu…,” sahut Rudi sambil duduk bersila di lantai.

Belum sempat Rudi menyelesaikan kalimatnya, seolah disinggung oleh kata ‘provokasi’, nada suara Abdullah pun semakin tinggi.

Amarahnya keluar tatkala menyampaikan kembali penjelasan seputar masalah yang dialami oleh warga Batu Merah. Ia seakan tidak terima dianggap melakukan tindakan provokasi di tengah warga.

“Apa maksudnya saya provokasi? Saya sampaikan sesuai aturan ini!” teriaknya di hadapan Walikota sekaligus Ketua BP Batam ini.

Selanjutnya, Rudi pun menyampaikan beberapa kesimpulan dari hasil perbincangan yang alot siang itu. Ia akan melakukan pertemuan lebih lanjut membahas permasalahan pungutan liar di Kampung Tua Batu Merah yang diduga dilakukan oleh oknum Lurah Batu Merah. “Kita akan gelar pertemuan dengan pihak Lurah Batu Merah, saya akan panggil dia! dan Camat Batu Ampar terkait hal ini.

Yang jelas, kata Rudi, saya tidak tahu menahu soal pungutan itu. Mulai hari ini, segala tagihan lahan seperti keluhan bapak ibu itu saya tegaskan dihentikan, sampai ada ketetapan maupun pembahasan lebih lanjut,” ujar Rudi kepada perwakilan warga yang hadir yang mengikuti aksi itu.

Sebelumnya aksi yang sama, puluhan perwakilan warga Batu Merah, juga mendatangi kantor BP Batam, mereka juga menyampaikan keluhan warga Kampung Tua disana, bahwa mereka selalu dimintai uang lahan ganti rugi oleh oknum Lurah Batu Merah. (**)

Editor: saut/bb

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed