oleh

Walikota Batam Beri Izin Masyarakat Gelar Salat Idul Adha Berjamaah

BATAMBicara | Batam – Idul Adha atau Hari Raya Qurban yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah 1441 Hijriyah (pertanggalan bulan Arab) tepatnya tanggal 31/7/2020 (Masehi). Dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengizinkan umat Islam untuk melaksanakan Shalat Idul Adha digelar berjamaah di Lapangan, Masjid, Mushalla maupun ruangan.

Namun dengan catatan tetap mematuhi dan memperhatikan protokol kesehatan. Sebagaimana sesuai Surat Edaran Walikota Batam No 14/KESRA/Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Shlat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban.

Walikota Batam, HM Rudi mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penyelenggara atau panitia sebelum menggelar Shalat Idul Adha secara berjamaah.

Diantaranya adalah menyiapkan petugas untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan Shalat tersebut. “Sebelumnya melakukan pembersihan dan disinfektan di area tempat pelaksanaan Shalat Idul Adha,” kata Rudi. Rabu (22/7/2020).

Panitia atau pengurus Masjid harus membatasi jumlah pintu atau jalur keluar dan masuk tempat pelaksanaan, guna untuk memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan. Kemudian juga menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun atau sanitizer di setiap pintu ke luar dan pintu masuk.

“Panitia juga harus menyediakan alat pengecekan suhu. Jika ditemukan jamaah dengan suhu lebih dari 37,5° maka tidak diperkenankan masuk dalam area tempat pelaksanaan,” tegas Rudi.

Rudi juga menghimbau agar menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal satu meter. Selain itu juga mempersingkat pelaksanaan salat dan Khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan Syarat dan Rukunnya.

Penyelenggara juga wajib mengimbau kepada masyarakat atau jamaah tentang protokol kesehatan sebelum melaksanakan Shalat. Seperti jamaah harus sehat, membawa sajadah atau alas masing-masing dan menggunakan masker sejak ke luar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan Shalat. “Para jamaah wajib menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan dengan sabun atau sanitizer,” jelasnya.

Bagi anak-anak, masyarakat lanjut usia dan orang memiliki sakit bawaan yang beresiko tinggi Covid-19, diimbau untuk tidak mengikuti pelaksanaan Shalat Idul Adha. Panitia diharapkan juga tidak mewadahi sumbangan atau sedekah dengan cara menjalankan kotak infaq. Sebab sangat rawan terhadap penularan Covid-19. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed