oleh

Pertemuan MUI dengan Elemen Masyarakat, Tolak RUU HIP

BATAMBicara | Batam – Pertemuan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Kepri dan MUI Kota Batam dengan elemen masyarakat dalam membahas “Tolak RUU HIP”, tadi siang menghasilkan beberapa agenda yang akan disusun dalam suatu protes keberatan. Selasa (16/6).

Pukul 13.00 Wib, MUI Kota Batam yang juga di hadiri MUI Provinsi Kepri mengundang berbagai elemen masyarakat seperti LSM, Organisasi, Paguyuban untuk menindaklanjuti Maklumat MUI Pusat terkait RUU HIP yang di gagas oleh DPR RI dan di setujui oleh mayoritas Partai di Senayan.

Acara yang bertempat di ruang rapat Nagoya Mansion, Kampung Utama, Kota Batam itu di inisiasi MUI Kota Batam ini dimulai dengan pembacaan Kitab Suci Alquran dan di lanjutkan dengan kata sambutan oleh Ketua MUI Kota Batam KH Usman.

KH Usman menceritakan sedikit sejarah bangsa terkait pengkhianatan PKI terhadap NKRI dimulai tahun 1948 di Madiun dan 1965 di Jakarta atau peristiwa “Lobang Buaya”.

Hal senada juga di sampaikan MUI Provinsi Kepri. Dinyatakan semua yang hadir sepakat, bahwa RUU HIP adalah celah untuk tumbuh lagi ideologi komunis di NKRI. Dengan begitu MUI menghimbau seluruh elemen masyarakat ikut menolak RUU HIP tersebut.

Beberapa peserta mengemukakan pendapatnya, salah satu perwakilan dari Forsil DKM Yudha, menyampaikan, “isu isu PKI ini makin santer kita dengar, dan ini tidak bisa anggap hanya sebatas isu, kami mengharapkan MUI Kota Batam juga mengeluarkan Maklumat agar di setiap Jum’at di Masjid-masjid Batam khususnya membahas terkait ideologi komunis ini agar seluruh masyarakat bisa waspada dan mengingat kembali sejarah PKI ini”, ujarnya.

“Dan ini fakta, bukan hoax saudara-saudara ku,” tegas Yudha berapi-rapi.

Santoso sebagai moderator yang juga Sekjen MUI ini menyampaikan bahwa gerakan kita nanti satu pintu secara Nasional dibawah tagar GUMM MUI 2020.

Hal ini senada dengan usulan dari salah satu perwakilan Forum Silaturahmi DKM Batam bahwa pergerakan ini harus Nasional sama halnya yang di lakukan GNPF MUI saat aksi 212 yang bisa mengumpulkan jutaan Ummat di Monas, Jakarta.

Dari hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa akan dibentuk Tim formatur untuk membentuk struktur gerakan nantinya.

Dan juga disepakati akan ada deklarasi pada Ahad 21Jun 2020 mendatang di Kepri secara serentak untuk menolak RUU HIP Senayan itu. (iys/bb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed