oleh

Walikota Batam Akan Mengeluarkan Surat Edaran Terkait Hari Raya Qurban

BATAMBicara | Batam – Beberapa pekan lagi akan memasuki bulan Zulhijjah pada kalender Hijriyah, tentunya tepat tanggal 10 Zulhijjah tersebut Ummat Muslim akan merayakan ‘Hari Raya Qurban’.

Walikota Batam, HM Rudi, sengaja memanggil pengurus masjid dan mushalla serta ulama untuk meminta masukan dan saran terkait pelaksanaan ibadah Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020.

Disini Walikota Batam memperbolehkan masjid atau mushalla di Kota Batam melaksanakan pemotongan Hewan Qurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 H mendatang, namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sebelum nantinya Pemko Batam mengeluarkan Surat Edaran terkait Shalat Idul Fitri dan tata cara pemotongan Hewan Qurban. “Seharusnya memang di RPH (Rumah Pemotongan Hewan) lebih mudah dilakukan pengawasan karena di bawah Pemko Batam langsung. Tapi kalau seluruh Hewan Qurban semua di potong di RPH saya kira mungkin tak sanggup, karena jumlahnya ribuan,” kata Rudi di Dataran Engku Putri, Kamis (11/6/2020).

Karena itu pihaknya dalam waktu dekat akan mengeluarkan Surat Edaran terkait pelaksanaan ibadah Hari Raya Idul Adha 1441 H.

Selain itu juga menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Agama RI. Termasuk juga nantinya akan mengatur apakah Shalat Idul Adha di masjid atau di lapangan.

“Untuk Shalat nanti melihat perkembangan, karena masih ada sekitar dua bulan lagi. Apakah boleh di masjid atau dilapangan nanti akan dilakukan rapat kembali,’ kata Rudi.

Rudi menjelaskan, “terkait pemotongan Hewan Qurban ada beberapa hal yang nantinya akan diatur, terutama yang berkaitan dengan protokol kesehatan.

Seperti halnya jumlah panita Qurban mulai dari penyembelihan hingga pendistribusian daging Qurban nantinya akan dibatasi, sehingga tidak ramai seperti tahun-tahun sebelumnya.

Untuk menjaga daging tetap higienis, tempat pemotongan hewan juga wajib untuk bersih. Termasuk alasnya nanti tidak boleh lagi ada yang tanah, harus sudah bersemen.

Kemudian untuk yang memotong Hewan Qurbannya juga akan diatur terkait pakaianya atau menggunakan alat pelindung diri. “Selain itu juga tidak boleh menggunakan hand sanitizer, lebih baik menyediakan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya.

Rudi juga menjelaskan untuk kesehatan Hewan Qurban yang akan masuk ke Batam harus memenuhi standar kesehatan dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pengawasan nantinya akan dilakukan secara ketat agar hewan-hewan yang masuk ke Batam benar-benar sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban.

“Ada yang tanya ke Saya boleh tidak jualan di pinggir jalan? Kalau soal itu koordinasikan saja ke Camat, yang penting setelah Idul Adha harus bersih semua,” jawab Rudi.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Zulkarnain, juga mengatakan jumlah Hewan Qurban di Batam setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tahun 2019 lalu jumlahnya sekitar 3904 hewan atau meningkat sekitar 41 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Di tengah pandemi saat ini tentunya ada beberapa hal yang berbeda dan banyak hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah terkait protokol kesehatan.

Saat ini pihaknya juga masih menunggu juknis dari Kementerian Agama RI. “Masih ada sekitar dua bulan, karena itu kita harus mempersiapkan mulai dari sekarang,” jelasnya. “Seperti yang disampaikan Pak Wali Kota tadi lantai tidak boleh tanah, harus sudah yang semen,” katanya siang itu. (bp/saut/bb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed