oleh

MUI dan Forsil DKM se-Kota Batam Tanggapi “New Normal”, Rohaizat: Perlu Kaji Ulang

Batambicara.id (27/5/2020) | Batam – Walikota Batam HM Rudi akan memberlakukan “New Normal” yang mana keadaan normal wilayah Batam seperti sebelum wabah Covid-19. Seperti pembukaan jam operasional Mall dan pelabuhan serta dengan membuka kembali tempat-tempat ibadah di Kota Batam. Dengan persyaratan tetap melakukan protokol kesehatan dan pembatasan-pembatasan yang telah ditentukan, sampai pemerintah mengumumkan keadaan normal secara nasional.

Sebelumnya Walikota mengajak anggota DPRD dari Fraksi PKS, MUI Kota Batam, Forum Silaturahmi (Forsil) Masjid/Mushalla se-Kota Batam membicarakan terkait akan di berlakunya “New Normal” wilayah Batam dan sekitarnya terlebih tentang dibuka kembali rumah ibadah. Rabu (27/5/2020) di Engku Putri, Batam Center.

Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat menilai ini suatu keputusan yang sangat baik untuk warga Batam, mengingat sarana tempat ibadah selama pandemi ini sudah terlalu lama tidak bisa dikunjungi masyarakat untuk beribadah.

“Ini (keputusan Walikota) sangat positif kita tangkap, karena kita sudah merindukan untuk berjamaah di masjid dan mushalla tentunya. Namun tetap kita mengacu dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19,” kata Ruhaizat memberikan keterangan saat dialog Silaturahmi Halal Bi Halal bersama MUI Kota Batam, Forsil, perwakilan DKM serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di ruko GM Cafe, Mega Legenda Batam Center, Kota Batam. Rabu (27/5/2020) sore kemarin.

Menurut Rohaizat, pembatasan aktivitas masyarakat (PAM) kata Walikota Batam itu akan diberlakukan mulai tanggal 15 Juni mendatang. Dengan tetap memperhatikan lingkungan terutama masalah kebersihan warga sekitarnya. “Jangan nanti setelah berlakunya New Normal kita mengabaikan prosedur dan protokol kesehatan, jika kita lalai akan hal ini bisa menjadi gelombang kedua yang lebih besar lagi kita hadapi,” sambung Rohaizat yang sore itu didampingi anggota DPRD Kota Batam dari fraksi PKS Zainal Arifin, Mustafa dan Siti Nurlaila.

Pertemuan fraksi PKS siang itu membahas beberapa poin yang termaktub dalam Surat Edaran atau imbauan Walikota Batam. Namun terselip ada kutipan poin yang sangat tidak mengenakkan, bahkan itu menyakitkan hati ummat muslim mendengarnya, tentang pengurus masjid yang akan dikenakan sanksi jika jamaahnya atau masyarakat yang melanggar protap kesehatan saat beribadah. Salah satu pengurus masjid menyampaikan poin tersebut kepada Ibu Siti Nurlaila.

“Selama ini pengurus masjid dari dulu selalu taat dan patuh kepada keputusan pemerintah dalam hal menjaga dan menerapkan protokol kesehatan terutama dilingkungan masjid, tetapi mengapa pengurus dikenakan sanksi jika ada masyarakat yang melanggar protap kesehatan,” kritikan tersebut langsung disampaikan Ibu Siti Nurlaila kepada Ketua Gusus Penanganan Covid-19 sekaligus Walikota Batam HM Rudi siang itu.

Menanggapi kutipan poin yang disampaikan Ibu Laila, Walikota HM Rudi akan meninjau kembali dan mengoreksi jika ada poin-poin yang memberatkan ummat. “Semacam surat kaleng tersebut jangan kita tanggapilah, karena saya juga belum melihat surat itu,” kata Rohaizat menirukan perkataan Walikota HM Rudi.

Hal senada juga disampaikan salah seorang aktivis dakwah Kota Batam, Ilyas “kami meminta kepada MUI dan anggota dewan yang hadir, sampaikan kepada pemerintah tentang surat edaran atau imbauan kedepannya tidak sembarangan jatuh ketangan masyarakat sebelum dikaji ulang agar tidak meresahkan kita semua”.

Hasil Pertemuan MUI dan Forsil Masjid se-Kota Batam
GM Cafe 4 Syawal 1441/27/5/2020

Berikut kami sampaikan poin-poin pertemuan dalam menyikapi New Normal dan terkait akan di bolehkanya Shalat berjamaah kembali di Masjid.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed