oleh

Suplai Air Di Batam Bertahan Hingga 90 Hari, ATB: Hematlah Air!

Waduk Dam Duriangkang (dok/foto/video tangkapan layar/beberapa tahun silam/bb)

Batambicara.ID | Kemarau panjang yang melanda wilayah Batam dan sekitarnya akan merubah suasana kota ‘Kalajengking’ ini. Pasalnya bisa mengurangi pasokan suplai air bersih kemasyarakat akan terancam, karena kota pulau ini hanya memiliki beberapa titik waduk yang saat ini sudah mencapai pada titik mengkhawatirkan.

Dalam Press Confrensi yang dirilis Wajahbatam, diselenggarakan oleh BP Batam dan ATB, dijelaskan bahwa kondisi ketersediaan air baku di kota Batam saat ini diperkirakan hanya untuk 90 hari lagi. Faktor utama yaitu menurunnya volume air baku di seluruh waduk yang ada di Batam serta hanya memiliki volume pada angka 3 meter saja.

Ke enam waduk tersebut mengalami penurunan drastis hingga ke level 2 sampai 3 meter.

Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan dalam konfrensi tersebut mengatakan, “Tiap hari volume air waduk turun 2 cm dan diperkirakan cukup untuk kebutuhan pokok air bersih selama 90 hari saja ” katanya di Gedung Marketing Centre BP BP Batam, Kamis (5/3).

Untuk mengantisipasi ini maka BP Batam akan melakukan hingga menanggapi hal tersebut, BP Batam akan melakukan emergency teknologi dengan konsep hujan buatan yang nantinya akan beroperasi selama 14 hari kerja. Untuk pelaksanaannya BP Batam akan melaksanakan dalam kurun beberapa waktu, dan akan bekerjasama dengan TMC BPPT untuk satu tahun kedepan, ujar Binsar.

Selanjutnya BP Batam akan terus berkoordinasi dengan BMKG terkait prediksi hujan turun dalam 3 bulan berikut.

Bila kurun waktu 3 bulan kedepan air hujan tidak turun, maka kita akan lakukan kajian pemompaan air baku dari waduk Tembesi ke waduk Mukakuning dan waduk Duriangkang, dan kami meminta kepada seluruh masyarakat Batam agar memahami hal tersebut dan dapat menghemat air sekaligus bersama-sama menjaga kelestarian waduk-waduk kita dari segala hal yang mungkin merugikan masyarakat secara menyeluruh”, lanjutnya.

Dalam kegiatan yang sama, Maria selaku Meneger ATB juga menerangkan bagaimana kondisi krisis air di kota Batam yang diakibatkan meningkatnya pengambilan air baku.

Saat ini, kondisi waduk Duriangkang sudah minus 3,06 Meter. Kenyataan ini bukan hanya diakibatkan karena cuaca hujan kita berkurang, tetapi juga karena masalah abstrak dan pengambilan air baku semakin meningkat,” ungkap Maria.

Dalam keadaan menurunnya volume air waduk yang terus menurun. ATB dalam waktu dekat akan menggilir suplai air kepada pelanggan.

“Kami akan lakukan pengaliran air secara bergilir kepada seluruh pelanggan dengan 2 hari off, dan 5 hari, yang akan dimulai pada tanggal 15 Maret 2020 pertengahan bulan ini. Ini terpaksa dilakukan untuk memperpanjang umur Dam hingga 23 hari sampai 6 Juli 2020,” jelas Maria.

Pihak ATB mengatakan bahwa krisis air ini akan berimbas langsung kepada 228,900 pelanggan dan akan mengalami hal yang sama untuk mendapat air secara bergiliran. Dan juga mengharapkan pada dukungan masyarakat untuk dapat menghemat air untuk kebutuhan bersama. (wb/shd/skt) **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed