oleh

Puluhan Pedagang Kakilima Jodoh Seruduk Kantor Walikota Batam

Batambicara.id (7/11/2019) | Batam – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di pasar induk Jodoh, Batam, melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Walikota Batam, Kamis (7/11/2019).

Dalam aksinya, para pedagang meminta Walikota Batam, HM Rudi untuk mengembalikan hak para pedagang ke tempat semula.

Dalam aksinya, seorang emak-emak nekat memanjat pagar putih Kantor Walikota dan menggoyang-goyang pagar yang setinggi 3 meter tersebut. Sontak aksi ini membuat petugas Kepolisian dan Satpol PP kewalahan dan berusaha untuk menenangkannya.

“Kemarin-kemarin mereka berdalih, ini urusan Otorita (BP Batam) ini urusan mereka. Sekarang Pemko dan BP Batam sudah bersatu dan rakyat dikalahkan. Hebat, hebat”, sebut seorang orasi demontrasi dari atas mobil pick up dengan menggunakan pengeras suara.

“Apakah Bapak-ibu mau dikalahkan?” Tanya sang orator kepada massa yang sudah mendekati pagar putih Pemko Batam.

Sontak di jawab “tidak” oleh para pendemo yang hadir dengan membentangkan spanduk menolak penggusuran pedagang Kakilima di Pasar Induk Jodoh tersebut.

“Hari ini kita tidak mau dikalahkan, kita merebut apa sudah menjadi milik kita”, sambung sang orator kembali.

“Penggusuran oleh Pemko kemarin adalah bentuk pelanggaran, yakni pelanggaran HAM berat”, sebut sang orator dan di aminkan oleh puluhan demonstran yang lain.

Aksi demonstran siang tadi sungguh nekat. membuat petugas kepolisian dan Satpol PP menyerah. Tampak sebagian mereka berhasil memasuki halaman Kantor Walikota Batam.

Pantauan Batambicara.id, sebagian massa yang berhasil masuk pekarangan Pemko diterima langsung oleh Kabid Trantib Satpol PP Imam Tohari di halaman Kantor Walikota Batam, sehingga terjadi dialog antara mantan pedagang Pasar Induk Jodoh dengan Pemko Batam yang di wakilkan kepada Imam Tohari. **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed