oleh

Aksi Damai ‘Bela Ulama’ Serentak se-Kepri

Batambicara.id (25/8/2019) | Batam – Gelar aksi damai ‘Bela Ulama’ yang berlangsung pagi Ahad (minggu) 25 Agustus, berlangsung tertib bertempat di halaman parkir masjid Agung Batam, Batam Centre.

Aksi damai ‘Bela Ulama’ yang khitmad ini tersusun dengan tertib. Orasi demi orasi yang disampaikan sangatlah menyentuh dan membangkitkan semangat jiwa patriot pagi peserta yang hadir untuk mencintai agama dan ulama.

Ketua Aliansi Ummat Islam Kota Batam, Abu Ghaza dalam penyampaian orasinya mengatakan “kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan ummat islam, menjaga tikah laku kita, menjaga lidah dan perkataan itu yang terpenting. Mereka yang diluar islam tidak membaca kitab suci (Alqur’an) kita, jadi mereka tidak tau bagaimana islam yang sebenarnya. Mereka hanya melihat luar kita saja, tapi tidak mengetahui isi yang sebenarnya, bahwa islam adalah rahmatan lil alamin (keselamatan manusia beserta alam).

Ustadz Abu Ghaza dalam ditengah-tengah orasinya

Islam yang cinta damai dan islam mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. Maka itu, islam jangan pernah diganggu, diusik, memusuhi bahkan memfitnah dan ingin memenjarakan ulama dan guru kami. Kami tidak akan gentar dan akan kami hadapi serta kawal hingga proses (aduan/fitnah) itu selesai”, ungkap Abu Ghaza.

Pada kesempatan pagi Ahad cerah ini turut hadir Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo. Dalam kesempatan sambutan yang diberikan, Kapolresta yang baru saja dilantik tersebut mengatakan, “negara kita yang kaya sumber daya alam dan memiliki masyarakat yang luas, janganlah sampai terpecah belah oleh hal-hal yang merusak persatuan dan kesatuan seperti fitnah dan penyebaran hoax yang tidak bertanggungjawab.

Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, saat memberikan kata sambutannya.

Mari tetap kita jaga Batam yang saat ini sudah kondusif dan lebih baik, sama-sama kita menjaga Batam. Kebersamaan kita mudah-mudahan membawa Batam yang jauh lebih baik lagi. menahan diri agar jangan terpecah persatuan dan kesatuan ummat kita. Ingat, islam adalah rahmatan lil alamin, tidak bisa diukur kecintaan kita kepada agama dan ulama.

Serahkan kepada pihak kepolisan jika ada hal-hal mengganggu dan penyebaran fitnah yang bisa membuat persatuan dan kesatuan ummat terpecah belah. Kami akan tindak tegas terhadap hal-hal yang bisa mempecah-belahkan ummat itu”, ujarnya.

Ketua Koordinator Lapangan (korlap) Sawindu Yudha, mengatakan “pada kesempatan ini hadir dari berbagai ormas, paguyuban dan komunitas seperti FPI-LPI Kota Batam, Aliansi Ummat Islam Kota Batam, Hulubalang Bela Ulama Batam, Sahabat UAS Batam, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Kota Batam, Laskar Melayu Bersatu (LMB), Persatuan Pemuda Inhil (PPI) dan lain-lain. Kami tidak bisa menyebut satu persatu masyarakat dan berbagai ormas yang hadir memenuhi lapangan parkir masjid Agung Batam Centre ini, hanya Allah sajalah yang membalas perbuatan jihad kita semua disini”, sebutnya, dan di aminkan yang lain.

Aksi damai ‘Bela Ulama’ ini bukan saja berlangsung di Kota Batam, di kota lain se-Kepri juga mengadakan aksi damai yang sama. Seperti Kota Tanjungpinang dan Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). ** (Sk)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed