oleh

7 Putra-putri Kepri Terbaik Lulus Akpol di Semarang

Batambicara.id (2/8/2019) | Tujuh anak putra-putri terbaik dari Kepulauan Riau (Kepri) lulus seleksi dan diterima di Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2019 mewakili Polda Kepri di Semarang.

Mengutip Sindonews, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga mengatakan, “Ada 7 calon Taruna yang diterima di Akpol, terdiri dari 6 pria dan 1 wanita,” Kamis (1/8/2019).

Erlangga menjelaskan bahwa sebenarnya ada delapan calon taruna Akpol yang dikirim dari Polda Kepri.

Mereka yaitu Arie Praramadhana, Ariel mogens ginting, Farhan Fardi Akbar, Kevin Ardiansyah, Muhammad Jogi, Rino Setiawan dan Naomi Shofura. “Dari delapan orang calon, hanya satu yang tidak lolos,” ujarnya.

Delapan orang tersebut terdiri dari enam orang pria dan dua orang wanita. “Yang lulus terpilih ada tujuh orang, enam pria dan satu wanita. Sedang satu orang wanita lulus, namun tidak terpilih yaitu Naila Hayu,” ujarnya.

Dikatakaannya bahwa nantinya ketujuh orang tersebut akan melakukan pendidikan selama empat tahun di Magelang sebelum nantinya dilantik menjadi Perwira Polri.

“Masa pendidikan yang akan ditempuh mereka nanti 4 tahun,” jelasnya.

Lulus Terbaik Wanita Asal Batam

Terpancar bahagia dan terharu atas kelulusan putri pertama dari pasangan Haryoto dan Peni Sekar Nopember atas lulusnya Naomi Shofura.

“Syukur Alhamdulillah putri saya di terima Akpol di Semarang, ini bukan akhir. Ini adalah awal dimana Naoumi akan memulai sesuatu yang baru, baik dalam pendidikan, karir dan masa depan”, cerita Pak Har yang sering disapa.

“Yang jelas, semua proses seleksi dilakukan secara bersih, transparan, jujur, kredibel, terbuka dan tidak dipungut biaya sepeserpun”, istri Pak Har menambahkan.

“Kalau ada yang ngotot masuk Akpol harus pakai DUIT banyak, memang betul. Kamipun pakai DUIT sebanyak-banyaknya.
Yakni Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal. Itu kuncinya”, ungkapnya lagi.

Nasehat demi nasehat selalu di berikan Pak Har dan istrinya kepada Naoumi, mulai dari mengingatkan ibadah, shalat malam, waktu belajar yang tepat, bahkan didinding kamar Naomi tertempel target prestasi yang akan di capai.

Bahkan putri mereka yang tahun lalu sempat mengikuti tes Taruni ini, namun belum membuahkan hasil di tempatkan di sebuah ‘kampung Inggris’ di Pare, Kediri, untuk memperdalam percakapan bahasa Inggrisnya. “Karena seleksi ditingkat pusat ada tes bahasa Inggris dengan bobot cukup tinggi yakni 40%. Belakangan kami bersyukur karena dikirimnya putri kami ke kampung Inggris membuahkan hasil”, tambah Pak Har lagi.

“Jangan berpuas hati dulu, ini adalah awal, tentunya masih banyak prestasi-prestasi yang akan diraih serta evaluasi-evaluasi dimana ada kekurangan”. Tutup Pak Har sembari mempersilakan awak batambicara.id, mempersilakan menikmati makanan ringan berupa Mendoan hasil buatan istri beliau dan segelas kopi dikediaman perum Taman Mediterania, Batam Centre. (sk) **

Gambar utama: para taruna dan taruni berdoa saat mengikuti tahap seleksi akhir, (sindonews)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed