BATAMBicara

Kombes Pol Hengki: Saya Akan Tindak Tegas Juru Parkir Liar

Batambicara.id (21/6/2019) | Batam – Aksi premanisme yang dilakukan oleh sekelompok oknum yang mengatasnamakan juru parkir memungut (meminta) uang kepada pengunjung di Jembatan Dua Barelang Kota Batam, Provinsi Kepri, membuat Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki begitu geram.

Hengki mengatakan, hal tersebut segera akan diberikan tindakan tegas oleh pihak kepolisian.

“Jika mereka (juru parkir liar) melakukan hal-hal di luar ketentuan, saya sebagai Kapolres segera melakukan tindakan tegas. Ada beberapa juga pernah kami amankan,” kata Hengki, yang dikutip dari Tribunnews.

Aksi premanisme juru parkir di Jembatan Dua Barelang misalnya terjadi pada, Minggu (16/6/2019).

Korbannya bernama M Andi Saputra yang mengalami kekerasan fisik. Dia mengaku dianiaya oleh dua orang pria yang mengaku juru parkir.

Bersama keluarga, Andi membuat laporan secara resmi ke Mapolresta Barelang.

Kombes Hengki sendiri mengakui selintas mendengar sudah masuk laporan ke instansinya.

Namun, persisnya berita acara pemeriksaan (BAP) belum sampai di meja kerjanya.

Hengki mengaku tidak mentolerir perbuatan pidana tersebut apalagi itu sampai meresahkan pengunjung wisawatan.

“Mungkin sudah sampai laporannya, tapi saya belum baca persis. Kami akan segera melakukan tindakan atas dugaan tindak pidana itu. Nanti saya akan cek dulu seperti apa laporan pelapor,” ujar Hengki.

Selain itu, Kapolres juga mengaku sudah mendengar soal adanya dugaan pungutan liar (Pungli) oleh oknum juru di luar jam operasional yang ditetapkan perda.

Perda Kota Batam Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir Pasal 7 ayat 1 waktu operasional penyelenggaraan fasilitas parkir di mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB.

Tetapi ada oknum juru pakir justru menambah beban masyarakat dengan memungut meski sudah dilarang.

Tidak sedikit warga menjadi resah atas tindakan mereka. Apa lagi di sebuah tempat dan lokasi wisata.

“Kami segera tindak. Kalau sudah ke arah Pungli, itu masuk tindakan pidana. Kami tindak tegas,” janji Hengki.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Batam Rustam Effendi mengaku sudah mengetahui persoalan Pungli oleh oknum juru parkir di luar jam operasional.

Rustam menegaskan, tindakan sekelompok juru parkir yang memungut di Simpang Frengky Lampu Merah Batam, Jodoh – Nagoya, depan Ruko Kuda Putih Seipanas, Batuaji dan beberapa daerah lainnya, di atas jam 10 adalah tindakan yang tidak dibenarkan.

“Beberapa kali kami tindak tetap balik lagi. Mereka manfaatkan peluang cari duit di atas jam 10 malam. Padahal juru parkir resmi sudah kami ingatkan,” kata Rustam.

“Mereka itu liar karena di luar ketentuan yang ada. Maka kami imbau masyarakat agar jangan kasih biaya parkir khusus yang parkir di samping jalan atau depan Ruko umum jika diminta di bawah jam enam pagi dan di atas jam 10 malam. Karena itu Pungli,” kata Rustam.

Rustam juga memperingatkan juru parkir yang memungut retribusi parkir agar mentaati Perda. Dan Perda yang dibuat itu sudah dikaji.

“Artinya jangan menambah beban masyarakat,” kata Rustam.

***

Foto: TribunBatam

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed