oleh

Premanisme Berkedok Jukir Merajalela di Jembatan Barelang

Batambicara.id (17/6/2019) | Batam, Sebagaimana diketahui, Jembatan Barelang itu banyak dikunjungi, baik wisata lokal maupun wisatawan asing.

Suatu kebanggaan bagi orang yang datang ke Batam bisa berfoto ria di jembatan kebanggaan dan Ikon Kota Batam itu.

Namun belakangan ini, lokasi ini dimanfaatkan oleh oknum preman yang berkedok juru parkir untuk memungut retribusi berupa bayar parkir di sepanjang jalan jembatan satu dan jembatan dua.

Seperti yang dialami oleh M.Andi Saputra (26) bersama teman wanitanya saat berkunjung ke tempat tersebut.

Karena Andi (korban) tidak memberikan uang parkir kepada oknum yang meminta secara paksa, sementara jam menunjukkan pukul 8 malam. Maka Andi di aniaya oleh oknum yang diketahui bernama Andika tersebut.

Kasus pemukulan oleh oknum juru parkir yang belum resmi tersebut kepada Andi, tidak berhenti sampai disitu saja. Andi bersama temannya sudah memberikan laporan kepada pihak kepolisian. Kini kasus tersebut sudah ditangani oleh Polresta Barelang.

Dia mengatakan, soal penarikan retribusi Rp 5.000 di jembatan Barelang itu adalah liar dan itu tidak resmi,

Secara terpisah, Kepala Dishub Kota Batam Rustam Effendi saat dimintai tanggapannya, Senin (17/6/2019) sebagaimana yang dilansir dari Tribun mengatakan, tindakan pemukulan itu biarlah menjadi wewenang polisi. 

Karena itu menurutnya,  penarikan tidak sesuai Perda Kota Batam. 

“Dan kami tak mengetahui adanya penarikan retribusi parkir itu. Iya, itu liar.  Soal pemukulan biar lah wewenang pihak kepolisian,” kata pria yang pernah menjabat Sekretaris Disdik Batam itu. 

Rustam Effendi mengatakan, soal penarikan liar retribusi parkir di jembatan Barelang sudah beberapa kali diterbitkan.

Bahkan pelakunya sudah pernah ditangkap polisi dan telah dinaikkan status hukumnya ke pengadilan.

“Tetapi mereka selalu buat ulah. Kami juga segera menertibkan parkir liar di sana. Kalau soal pidana,  biar polisi,” katanya. (sk/tbb) **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed