oleh

Oknum Jukir Aniaya Pengunjung Jembatan Dua Barelang

Batambicara.id (17/6/2019) | Batam – Nasib naas menimpa M.Andi Saputra (26) saat berkunjung ke Jembatan Dua Barelang, Minggu (16/6/2019) bersama seorang temanya.

Kejadian Minggu (16/06) kemarin sekitar pukul 19.30 Wibm dijembatan dua Barelang. Menurut Andi (korban) dia baru saja berhenti sekitar 10 menit di Jembatan tersebut yang sebelumnya, Andi bersama seorang teman wanitanya berhenti terlebih dahulu di Jembatan satu.

Setelah melihat pemandangan di Jembatan satu Barelang, Andi bersama temanya menuju Jembatan dua dengan tujuan yang sama melihat pemandangan yang menjadi Ikon Batam tersebut.

Baru 10 menit sampai di Jembatan dua Andi didatangi seorang pria, dan pria itu mengaku Juru parkir (Jukir) dan meminta uang parkir sebesar Rp. 5000,-

Lalu Andi menolak, karena menurutnya di Jembatan tidak ada bayar parkir. Lalu temannya (wanita) juga berkata hal yang sama. Karena tidak terima dengan penolakan, pemuda yang mengaku sebagai jukir tersebut memaki Andi dan teman wanitanya dengan kata-kata kotor dan makian yang tidak pantas di ucapkan.

Melihat teman wanitanya dimaki, Andi melerai dan menegur pelaku agar jangan berkata kotor kepada temanya.

“Ini tanah Melayu kami tuan rumah disini kalian pendatang, kau percuma aja pake jilbab panjang mau juga di ajak beginian *** (kata kotor) ,” ungkap Andi menirukan kata-kata pelaku.

Melihat korban melawan oknum Jukir tersebut memukul korban dibagian kepala hingga kepala korban bengkak.

Zul Padli teman Korban menjelaskan kepada Batambicara.id “setelah dipukul, teman wanita korban menelpon temannya untuk minta bantuan, bertepatan temanya berada tidak jauh dari lokasi terjadinya pemukulan tersebut.” ungkap Zul Padli

Setelah temannya datang dan menyatakan akan menuntut dan melaporkan pelaku kepada pihak berwajib, pelaku pun ketakutan dan meminta damai serta bersedia membayar uang buat berobat sebesar Rp. 2,000,000,-

“Dia (pelaku) bersedia bayar uang damai Rp. 2,000,000,- agar kasus ini tidak berlanjut, “kata Zul tapi korban menolak dan tetap melanjutkan kasus ini kepada pihak berwajib supaya jadi pelajaran.” Sambung Zul Padli menirukan percakapan temanya dengan pelaku.

Sekarang kasus pemukulan itu sudah berlanjut ke pihak berwajib, korban sudah membuat laporan ke Polresta Barelang.

Sebenarnya parkir liar diseputaran Jembatan Barelang Jembatan 1 dan Jembatan 2 sudah sejak lama berjalan, sudah banyak masyarakat mengeluhkan hal ini di media sosial tapi sampai hari ini belum juga ada tindakan tegas dari pihak terkait untuk memberantasnya.

Perlakuan oknum Jukir yang diketahui namanya Andika, di tempat wisata dapat membuat nama Batam sebagai kota wisata menjadi tidak baik di mata turis lokal dan mancanegara, apa lagi pemerintah sedang mengarahkan Batam menjadi Kota Wisata.

Setiap hari Jembatan 1 dan Jembatan 2 Barelang sangat ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara, seharusnya pemerintah membuat perhatian khusus terhadap daerah yang menjadi Ikon wisata Kota Batam tersebut.

Memberikan rasa aman, nyaman dan menjamin keamanan bagi pengujung yang datang ke tempat -tempat wisata di Kota Batam, agar Batam terus maju menjadi Kota Wisata.

Korban berharap “kepada pihak Kepolisian untuk segera menangkap pelaku. Dan meminta kejelasan kepada Dinas terkait dalam hal parkir di lokasi wisata tersebut.

Sekiranya pemerintah meresmikan parkir di beberapa titik lokasi Jembatan, maka pemerintah harus membuat papan pengumuman secara resmi, agar parkir-parkir liar di lokasi tersebut tidak terus menjamur”. Tutup korban, Zul dan temannya kepada batambicara,id. (BB) **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed