oleh

Pembatas Jalan Lintas Sei Ladi Sudah Lama Rusak

Batambicara.id (15/6/2019) | Batam – Pembatas jalan lintas Sei Ladi sudah Lama rusak, tepatnya di Jalan Gajah Mada Tiban.

Proyek semulanya adalah untuk pembatas jalan, yang kini di kerjakan berulang ulang karena tanahnya turun.

Sekarang tanah sudah turun hingga 2 meter. Kini runtuhan tanah yang gembur itu sudah mencapai bibir aspal jalan, dan berpotensi runtuhnya jalan raya yang menghubungkan Batam Centre dan Sekupang ini akan terputus.

Tidak adanya terlihat rambu-rambu peringatan untuk pengendara yang melintas di jalan tersebut, akan berbahaya bagi pengendara yang lewat apalagi di malam hari.

Ketika Batambicara.id, menanyakan perihal runtuhnya pembatas dipinggir jalan Sei Ladi tersebut kepada salah satu instansi Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Proyek serta perawatan jalan tersebut adalah milik BP (Badan Pengusahaan) Batam.

Kepala BP Batam Targetkan Tender Proyek Strategis Selesai Sebelum April

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady (dok/batamnews).

Dilansir dari Batamnews, beberapa tender proyek strategis di Badan Pengusahaan (BP) Batam ditargetkan harus selesai sebelum bulan April tiba.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady mengatakan target itu sejalan dengan masa akhir tugasnya memimpin instansi tersebut.

“Pokoknya sebelum April sudah selesai, karena mau cepat juga,” ujar Edy di Kantor BP Batam, Jumat (22/2/2019) silam.

Proyek strategis BP Batam diantaranya tender pengelolaan Dam Tembesi, pengembangan Bandara Hang Nadim dan pengairan waduk Sei Gong, Galang, Batam.

Baca Juga : Parah! Dua Mobil Ringsek Bertabrakan

Edy menjelaskan untuk proses tender pengelolaan Dam Tembesi sudah pada tahap pra qualification, dan pada senin mendatang pihaknya akan mengumumkan perusahaan yang telah terpilih (shortlisted). 

“Sejauh ini sudah ada 9 perusahaan yang sudah masuk tahap pra qualification, termasuk PT ATB,” kata dia. 

Sama seperti Dam Tembesi, pengembangan Bandara Hang Nadim juga memasuki tahap pra qualification (PQ). Ia menyampaikan bahwa cukup banyak perusahaan yang tertarik dengan Batam karena dikenal memiliki keistimewaan yaitu surplus listrik dan air. 

“Saya harus konsentrasi pada proyek tender tersebut, kami juga akan usahakan pengairan waduk Sei Gong karena itu merupakan proyek strategis nasional,” jelasnya. 

Di samping itu, masa konsesi BP Batam dengan PT ATB untuk pengelolaan beberapa waduk di Batam yang akan berakhir pada November 2020 mendatang, Edy mengaku pihaknya juga sedang melakukan persiapan. Seperti menghitung jumlah aset dan mengecek pembukuan. 

“Mau kita lihat bagaimana lagi, mau kita tender atau kita perpanjang,” kata dia. **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed