oleh

JPO Tiban Terlihat Kumuh, Kebersihan Fasum Tanggungjawab Siapa?

Batambicara. Id (15/5/2019) | Batam – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berlokasi di Jalan Gajah Mada Tiban, menghubungkan dua Kelurahan, antara Kelurahan Tiban Lama dengan Tiban Indah, terlihat kumuh dan tidak terawat.

JPO yang lebih dikenal jembatan penyeberangan Tiban Kampung ini sudah berbulan-bulan tidak pernah ada petugas yang merawat atau membersihkannya.

Pemandangan yang sangat mengganggu mata terlihat di sepanjang jembatan yang dibangun oleh Otorita Batam (sekarang BP. Kawasan), tahun 2000 itu, mulai dari tangga naik hingga sampai ketangga turun.

Sebagian dari tiangnya juga sudah ada yang putus akibat dimakan usia (karatan). Pemandangan JPO ini sangat bertolak belakang dengan motto Batam (Bandar Dunia Madani) dan Batam sendiri yang sudah beralih fungsi dari kota industri menjadi sebutan sebagai Kota Wisata saat ini.

Kondisi jembatan yang sudah mulai kumuh ini, adalah sarana lalu masyarakat setempat, tak jarang juga dilalui oleh turis lokal maupun mancanegara. Sehingga sebagian masyarakat menyeberang jalan raya yang padat dan laju kenderaan lalu-lalang tersebut, mengambil jalan pintas lewat jalur bawah, dan hal ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan maupun kenderaan yang melaju kencang, terutama dari arah Sekupang.

Menurut warga setempat Sampono (42 tahun) yang hampir setiap hari melewati JPO tersebut, “keadaan JPO ini sudah lama dan sudah berbulan-bulan tidak pernah dibersihkan, padahal ini sering juga di lalui turis lokal atau turis luar,” ungkap Sampono kepada batambicara.id, dilokasi jembatan tersebut.

“Lihatlah bukan hanya sampah bahkan rumput pun sudah tumbuh dan panjang-panjang. Bagaimana orang mau naik tangga untuk menyeberang, melihatnya saja saya tidak tertarik menggunakan jembatan tersebut, karena tidak bersih tadi,” sambung Sampono sambil menunjuk ke arah rumput di JPO.

Sampono berharap agar pemerintah dapat membersihkan JPO tersebut dan memberikan perawatan berkala agar terlihat indah dan nyaman.

Selain lokasi JPO yang kumuh catnya pun terlihat berantakan tidak rapi, seperti di cat atau dikerjakan tidak sama tukang profesional.

Baca Juga :

Soal pemeliharaan jembatan, Sampono menambahkan, “jangan diabaikan. Tugas ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Apalagi jembatan itu dibangun menggunakan APBN, kecuali anggaran itu menggunakan APBD, jelas itu tanggungjawab Pemkot atau Pemkab”.

“Pemeliharaan jembatan ini menjadi tanggung jawab pemerintah dan konsorsium,” kata dia. Sampono juga mengingatkan pemeliharaan jembatan harus dilakukan secara periodik dan komprehensif. Dengan begitu, tingkat kekuatan dan kebersihan sebuah jembatan bisa terukur dan terjaga dengan baik”. Tutupnya. **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed