BATAMBicara

BJ Habibie Ingin Batam Menjadi Pusat Industri Dirgantara

Batambicara.id (1/5/2019) | Batam – Mantan Presiden RI ke-3 Baharudin Jusuf Habibie, yang terakhir menjabat sebagai Kepala Otorita Batam (sekarang BP Batam, red) 21 tahun lalu, akan mewujudkan mimpinya menjadikan Batam sebagai pusat industri dirgantara.

Saat berkunjung ke Batam, BJ Habibie kembali menegaskan bahwa dirinya memutuskan akan membangun industri dirgantara dan pusatnya di Batam.

Dilansir dari TribunBatam, Senin (29/4/2019). Habibie mengatakan, “Saya datang kemari (Batam) bukan hanya untuk Pollux. Saya sudah putuskan untuk industri dirgantara pusatnya akan ada di Batam.”

Untuk memproduksi pesawat terbang ini, Indonesia bisa bekerjasama dengan Singapura, atau Malaysia. Atau siapa saja sesuai kemampuannya.

Habibie mengingatkan agar pengembangan Batam kembali pada fitrahnya, seperti di awal pembentukannya dulu.

Saat itu Batam diharapkan menjadi ujung tombak bagi perekonomian bangsa dan punya daya saing dengan negara lain.

Pengembangan Batam diharapkan pada industri berteknologi tinggi dan mampu menambah daya saing serta transfer ilmu ke penduduk lokal.

“Di sini tempatnya high tech. Karena itu saya buat jembatan (Jembatan Barelang). Ada lima dan satupun tidak ada yang sama,” kata Habibie, menambahkan.

Pembangunan jembatan ini, bertujuan untuk menghubungkan wilayah Sumatera. Supaya ada pemerataan ekonomi di masyarakat. Makanya dibuat jembatan yang paling baik.

“Dibuat beberapa jembatan. Yang buat warga negara Indonesia sendiri,” ujarnya.

“Saya buka pintunya. Kita butuh pertumbuhan ekonomi, pemerataan, pembagian rezeki,” sambung Habibie.

Lebih lanjut, Habibie juga mengatakan, Batam harus lebih memperluas jaringan di era globalisasi saat ini.

“Di zaman globalisasi, kita tak bisa sendiri. Sudah jauh-jauh hari sejak 25 tahun kita mulai proyeksi ke arah situ. Dan sekarang Batam sudah lumayan lah,” katanya.

Komisaris PT Regio Aviasi Indonesia (RAI), Ilham Habibie, juga ikut satu rombongan dengan ayahnya, BJ Habibie, sekaligus meninjau lokasi lahan, tak jauh dari Bandara Hang Nadim.

Peninjauan lahan tersebut didampingi Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady dan jajarannya.

Lahan seluas kurang lebih 60 hektare itu, rencananya akan dikembangkan untuk pembuatan pesawat R-80.

Produksi pesawat ini, termasuk dalam proyek strategis nasional (PSN) pemerintah.

Pesawat R-80 merupakan rancangan Presiden RI ke-3, BJ Habibie, dan saat ini tengah dikembangkan oleh PT RAI.

“Tadi kita baru lihat tanah. Luasnya sekitar 60-an (hektare),” kata Ilham kepada wartawan, saat peninjauan lokasi di Hang Nadim, Batu Besar. (TribunBatam) **

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed