BATAMBicara

Aktivis Batam Tolak Keras Pemutaran Film ‘Kucumbu Tubuh Indah Ku’

Batambicara.id (30/4/2019) | Batam – Aktivis Batam, yang tergabung dari beberapa elemen masyarakat, seperti DKM (Dewan Kemakmuran Masjid), FORSIL (Forum Silaturrahim), FGUD (Forum Group Ummat Diskusi) dan beberapa ormas yang tergabung seperti FPI (Front Pembela Islam) LPI (Laskar Pembel Islam) Batam, menolak keras pemutaran film ‘Ku Cumbu Tubuh Indah Ku’ dilayar-layar sinema Batam.

Ilyas salah satu Penggiat Da’wah Kota Batam dan juga penggagas patungan usaha GM Cafe ini mengatakan kepada batambicara.id, “hal ini harus sampai ke Walikota Batam kalau bisa sampai Gubernur, saya mengharapkan MUI Batam sebagai organisasi yang di tuakan memberikan masukan atau himbauan kepada Walikota atau instansi terkait untuk manindaklanjuti perihal film yang di duga menyimpang ini”

Ilyas melanjutkan “Masyarakat telah resah dan kita sangat khawatir dengan pemutaran film kreasi sutradara Garin Nugroho ini, harusnya tidak ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia khususnya Batam”.

“Karena film ini bisa merusak perilaku dan dampak yang sangat negatif bagi kaum milenial Batam. Film ini diduga mengandung konten-konten perilaku sex yang menyimpang, apalagi perilaku yang tidak normal ini sangat bertentangan dengan agama Islam. Ini Batam Kepri dimiliki masyarakat Melayu yang kental dengan agama Islamya, Adat istiadat serta norma norma luhur di junjung tinggi disini, malu lah kita jika sampai Bioskop Bioskop Batam menayangkan film ini.” Tambah Ilyas Karta.

Aktivis yang tergabung ini akan meminta Walikota Batam dan instansi terkait agar ikut melarang pemutarannya diseluruh Indonesia khususnya di Batam. Jika ada pembiaran dan tidak ada upaya pelarangan di khawatirkan dapat mempengaruhi cara pandang masyarakat terutama generasi muda untuk mengikuti bahkan membenarkan perilaku penyimpangan seksual tersebut.

“Jangan salahkan jika Masyarakat turun kejalan dan meminta Walikota untuk segera menindak lanjuti pelarangan pemutaran film tersebut, kan malu…. masak kita harus demo dulu mengenai masalah ini baru di respon”, tutup Ilyas sambil menyeduh kopi nya.

Sebelumnya MUI Kota Depok dan MUI kota Palembang telah melarang dan menyurati Walikota mereka, serta instansi terkait atas pelarangan pemutaran film kaum LGBT tersebut.

Rakhmi Marshita, pemrakarsa petisi Change.org, juga mengajak para warganet menolak film yang ia anggap tidak sesuai dengan norma masyarakat. “Jika film seperti ini diizinkan tayang dan disebarluaskan, kita mesti khawatir bahwa generasi muda yang mengalami kesulitan menemukan jati diri akan mencontoh perilaku dalam film ini,” demikian tulisan Rakhmi dalam petisinya. **

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed