BATAMBicara

Banyak Calon Pemilih Kecewa, Kertas Suara Habis

Batambicara.id (18/4/2019) | Batam – Pemilu 2019 yang dilaksanakan serentak dan bersamaan pemilihan Presiden/Wakil Presiden dan Pemilihan Legeslatif ini masih banyak kekurangan dan kekacauan, mulai dari ditemukannya kertas suara untuk Presiden yang sudah dicoblos, kekurangan kertas suara hingga tidak mendapatkan hak pilih sama sekali.

Di Batam juga ada beberapa kasus penemuan yang tidak lazim pada pesta demokrasi 5 tahunan dan bersejarah, pertama kali diadakan secara bersamaan pileg dan pilpres ini.

Seperti diantaranya, kericuhan terjadi di TPS 027 Komplek Perbengkelan RT02/RW Tanjung Riau, Sekupang Batam, pada saat hari pemilihan, Rabu (17/4/2019).

Pemilih tidak bisa mencoblos karena surat suara habis. Dilapangan terlihat ratusan warga di TPS 027 protes tidak dapat mencoblos karena surat suara habis.

Warga yang sudah hadir dan mengikuti antrian mulai dari pukul 09:00 Wib, sampai pukul 12:00 Wib, menunggu surat suara untuk bisa mencoblos di lokasi TPS tersebut.

Begitu juga yang terjadi Kelurahan Kampung Agas Kecamatan Sekupang, RT 002 RW 003 TPS 23, warga sangat kecewa dan pulang tanpa ada tanda tinta ungu di jari mereka, oleh karena kertas suara habis, dan mereka dinyatakan tidak bisa ikut memberikan suara untuk calon pemimpin bangsa ini 5 tahun kedepan.

Warga di Kelurahan Kampung Agas, Sekupang melakukan protes kepada PPS.

Lain lagi di wilayah Bonavista dan Diamond Palace Kelurahan Belian, Batam Kota, pemilih yang menggunkan e-KTP berdomisili di TPS 122 ini, tidak diperbolehkan mencoblos. Menurut warga yang menyampaikan ini (tidak boleh mencoblos), katanya arahan dari ketua KPPS Belian.
Situasi ini semakin memanas antara ramainya pemilih yang datang untuk menentukan hak pilihnya, dengan petugas di TPS tersebut. Kekurangan surat suara di di TPS 122 ini lebih dari 170 lembar.

Warga Bonavista masih menunggu untuk bisa memilih di TPS domisili mereka, namun tidak bisa (dok/wadodo/batambicara)

Diwilayah Tanjung Uncang, tepatnya di Batamec, keribuatan antara calon pemilih dan PPS terjadi, saat warga kesal karena sulit nya mereka untuk menyalurkan hak pilih ny ke TPS tempat dimana mereka berdomisili. Warga tidak mendapatkan surat undangan pemilih dikarenakan mereka memiliki e-ktp luar Batam.

Kericuhan terjadi di Batamec, Tanjung Uncang. Warga protes keras kepada PPS, karena tidak bisa memilih. Ibu Yenni mempertanyakan hak suaranya, mengapa tidak bisa memilih di Batam, sementara dia memikili e-ktp daerah asalnya, sementara WNI bisa memilih diluar negeri dengan berbagai kartu identitas asal masing-masing daerah mereka, (dok/video/screenshot/fb).

Hal yang serupa terjadi di perumahan Mediterania Batam Centre. Puluhan warga tidak bisa memberikan suaranya saat pencoblosan karena kertas suara sudah habis, pada 6 TPS di perumahan tersebut.

Warga mendatangi TPS-TPS yang ada di perumahan tersebut, namun setiap TPS selalu kehabisan kertas yang berwarna abu-abu atau kertas Presiden tersebut.

Seorang RT di blok perumahan tersebut menerangkan kepada warga, bahwa kertas suara yang dikirim dari Kecamatan, hanya berdasarkan data warga yang sudah di data ulang, itupun masih kurang, terutama untuk kertas Presiden.

Ketua RT Yadi, menjelaskan dan mengarahkan warga blok lain yang mencari kertas suara yang masih tersisa di setiap TPS Mediterania,

Ketua RT blok LL Yadi Khadavi, mengatakan “kita sudah adakan verifikasi atau mendata ulang warga, terutama warga saya blok LL agar semua bisa memberikan suaranya, seandainya ada tambahan atau tidak termasuk data verifikasi saya, itu sudah diluar kewenangan saya selaku RT.”

Yadi menambahkan “kita sudah berulang dan selalu menghimbau, baik saat goro (gotong royong) per-dua minggu sekali yang kita adakan, juga melalui group whatsapp warga, kita datangi walau rumahnya tutup dan berpagar, malam masih kita gedor, agar semua kebagian pesta demokrasi ini, namun saat ini tidak bisa memilih oleh karena kertas suara yang banyak kurang, itu sudah wewenang KPUD, bukan kami lagi” ujar Yadi.

Batambicara.id, melihat banyak warga yang di oper kesana kemari, warga disuruh untuk mencari dimana TPS yang memiliki kelebihan kertas suara.

Seorang warga bercerita “kinerka KPUD Batam tidak becus, bukan di KPUD saja, dari KPU pusat memang sudah tidak menampakkan kinerja yang profesional, sehingga yang di daerah tercopypaste dari pusat sana” kesal warga yang menjadi golput di Pemilu 2019 ini.

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed