Kepulauan Riau

Buralimar sambut baik kebijakan wisman Singapura ke Kepri tak perlu PCR

Tanjungpinang (BATAMBicara) –
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar menyambut baik kebijakan pemerintah yang terus memberikan kemudahan untuk wisman yang hendak bepergian ke Batam dan Bintan.  

Setelah membebaskan visa dan karantina, kini wisman Singapura yang datang ke Kepri tidak lagi diwajibkan tes PCR.

Aturan tersebut terdapat pada Surat Edaran Nomor IMI-0549.GR.01.01 Tahun 2022 dari dalam Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Imigrasi tentang kemudahan keimigrasian dalam rangka mendukung pariwisata berkelanjutan pada masa pandemi COVID-19 Ada 43 negara yang mendapatkan bebas visa kunjungan khusus wisata dan visa kunjungan saat 
kedatangan khusus wisata ke Kepri.

“Kedekatan atau proximity dengan Singapura dan Malaysia, ini keunggulan komparatif kita. Sejak awal dulu kedekatan Kepri dengan kedua negara terjalin dalam bisnis perdagangan keluarga dan lain-lain. Sampai 
sekarang dan ini kita manfaatkan juga untuk pariwisata,” jelasnya.

Buralimar menyebutkan segala upaya yang telah dilakukan itu karena Kepri tidak hanya punya budaya, alam dan juga kerap menggelar acara kreativitas/buatan seperti kegiatan pariwisata olahraga yang mendunia di Bintan dan Batam.

“Ini harus dikembangkan terus. Sebagai pintu masuk kedua tahun 2019, dimana ada 2,8 juta wisman, memberikan efek yang baik untuk perekonomian Kepri dan menghasilkan devisa untuk negara,” ujar Buralimar.

Ia menegaskan butuh kebijakan khusus untuk Kepri, terutama diskresi terhadap wisatawan. Pihaknya tetap dorong wisatawan nusantara (wisnus) sejalan dengan peningkatan wisman. 

Untuk datang ke Kepri memerlukan transportasi udara karena letaknya relatif jauh dari beberapa Provinsi. Hanya 1 atau 2 provinsi seperti Riau dan Jambi yang relatif dekat melewati jalur laut. 

“jadi kalau mengandalkan wisnus saja kita kalah dengan provinsi lain. Ke depan Batam dan Bintan di Kepri yang sudah punya dua bandara. Bisa dijadikan hubungan internasional ke provinsi lain, seperti saat ini Sumbar menjajaki kerjasama itu,” imbuhnya.

Buralimar berpendapat, Kepri khususnya di Batam dan Bintan dapat dijadikan etalase promosi budaya untuk Provinsi lain dan Provinsi lain pun bisa membuat kegiatan di Bintan dan Batam yang bisa didatangi oleh wisman dari Singapura dan Malaysia. Termasuk ekspatriat yang bekerja di sana dan wisman negara lain yang datang ke Singapura dan Malaysia.

Kepri bisa jadi masa depan Pariwisata Indonesia. Apalagi ada Natuna dengan geopark, Anambas dengan pulau terindah, Lingga dengan asal budaya melayu dan tanah para raja-rajanya.

“Saat ini mungkin Batam dan Bintan tapi suatu saat bisa dikembangkan semua destinasinya. Perlu waktu memang lima hingga sepuluh tahun ke depan. Tapi harus fokus dan terus mencoba berbagai hal dari aturan dan pembangunannya. Membangun pariwisata itu, saat ini tidak semata budaya,” ungkapnya.

“Basisnya bukan semata budaya, tapi kreativitas, semua bisa dijual untuk pariwisata. Contoh kreativitas adalah ekonomi kreatif, tapi bukan semata UMKM, walaupun UMKM bagian dari Ekraf, juga sport tourism itu bentuk kreativitas, dan itu semua ada di Kepri.” pungkas Buralimar.

        <p>© 2021 ANTARA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button