Kepulauan Riau

Kejari Bintan tingkatkan penyelidikan dugaan korupsi lahan TPA

Tanjungpinang (BATAMBicara) – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, meningkatkan status hukum kasus dugaan korupsi lahan tempat pembuangan akhir (TPA) dari penyelidikan ke penyidikan umum.

Kepala Kejari Bintan I Wayan Riana, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan penyidik telah memeriksa 18 saksi terkait kasus pengadaan lahan TPA di Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara.

Saksi tersebut berasal dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Bintan, Dinas Perkim Bintan, camat dan lurah setempat, BPN, dan Dinas Kehutanan. Dari hasil pemeriksaan terhadap para pihak terkait, penyidik telah menemukan dugaan korupsi.

“Pengadaan lahan seluas 2 hektare itu dilakukan tahun 2018 dengan menggunakan anggaran daerah senilai Rp2,4 miliar. Dari hasil penyelidikan ditemukan unsur pelanggaran,” katanya.

I Wayan Riana menjelaskan lahan seluas 2 hektare itu berada dekat Jalan Tanjung Permai RT 12/RW 02 Tanjunguban Selatan milik Ari Syafdiansyah.

Dalam proses pengadaan dan pembebasan lahan TPA itu, menurut dia terindikasi tidak prosedural sehingga lahan tersebut sampai sekarang belum bisa digunakan.

Selain itu, ditemukan juga dugaan 5.711 meter persegi dari lahan yang dibebaskan itu berada dalam kawasan hutan produksi terbatas sehingga ditemukan kerugian negara.

“Kami juga menemukan tumpang tindih kepemilikan lahan,” ucapnya.

Terkait calon tersangka dalam kasus itu, ia belum mau membeberkannya. “Nanti setelah disampaikan setelah materi penyidikan lengkap, baru diumumkan siapa tersangkanya,” tegas mantan penyidik KPK itu.

© 2021 ANTARA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button