Kepulauan RiauKriminal

DJBC Kepri Sita 11.655 Mikol Seludupan di Perairan Bintan, Potensi Kerugian Negara 21 M

BATAMBicara | Batam – Tim Patroli Bea Cukai melalui Operasi Jaring Sriwijaya 2022 menyita 11.655 botol minuman beralkohol (mikol) yang diangkut menggunakan Kapal Motor (KM) Rezeki Baru dari Singapura menuju pesisir timur Sumatra.

Namun, sebelum sampai ke tujuan, kapal pengangkut minuman beralkohol impor tersebut berhasil dicegah tim patroli DJBC di perairan Bintan. Jumat (25/3/2022).

Potensi kerugian negara dari penyelundupan minuman beralkohol ini hingga Rp21,5 miliar.

“Ada modus baru dari penyelundup, yakni mematikan alat navigasi atau pemantau posisi kapal,” ujar Kabid Kepabeanan Kanwil DJBC Kepri yang juga merangkap Humas, Abdul Rasyid, dalam keterangannya kepada media. Rabu (30/3/2022).

Alat pemantau posisi kapal yang dimaksud Rasyid adalah Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS).

Dikatakannya, dengan mematikan navigasi kapal tersebut, penyelundup bermaksud untuk mengelabui petugas.

“Memang, dengan cara-cara seperti ini petugas kita di lapangan sedikit mengalami kesulitan. Namun, berkat kegigihan dari petugas, aksi mereka tetap berhasil digagalkan,” tuturnya.

Dari hasil penangkapan ini, Bea Cukai menetapkan satu orang tersangka berinisial SMR yang berperan sebagai nahkoda kapal. Sementara pihaknya juga masih memburu keterlibatan pelaku lain dalam kasus penyelundupan mikol ini.

“Upaya penyelundupan ini jelas merugikan negara. Baik dari sisi pengamanan komoditi termasuk juga kewajiban fiskal yang harus dipenuhi,” jelas Rasyid.

Rasyid juga menuturkan bahwa aktivitas impor minuman beralkohol telah diatur dalam ketentuan Undang-Undang, yang mana diwajibkan memenuhi pajak yang telah ditetapkan untuk penerimaan negara. (gk/bbid)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button