Kepulauan Riau

Batam telah lalui puncak gelombang Omicron

Batam (BATAMBicara) – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyatakan daerah setempat telah melalui puncak gelombang COVID-19 varian Omicron, seiring dengan makin berkurangnya warga terpapar Virus Corona.

“Kita sudah di puncak dan sudah turun. Hari ini, kasus aktif 1.286. Kemarin-kemarin mencapai 2.500-an,” kata Wali Kota di Batam, Selasa.

Menurunnya angka penularan COVID-19 juga diikuti berbagai kebijakan pemerintah melakukan pelonggaran aktivitas masyarakat.

Muhammad Rudi menyatakan warga sudah bisa melaksanakan aktivitas ibadah di Bulan Ramadhan seperti biasa, namun tetap dengan protokol kesehatan yang dianjurkan.

“Jangan lupa pakai masker,” kata dia mengingatkan.

Sementara itu, dalam laporan Satgas COVID-19 Kota Batam, Selasa, disebutkan hari ini saja terdapat tambahan 93 orang positif, 114 orang sembuh, dan tiga meninggal.

Totalnya, 30.585 terpapar COVID-19 sejak awal pandemi, sebanyak 28.417 orang di antaranya dinyatakan menyelesaikan isolasi, 882 orang meninggal, dan 1.286 orang masih aktif.

“Tingkat kesembuhan 92,91 persen, tingkat kematian 2,88 persen, dan tingkat kasus aktif 4,21 persen,” demikian keterangan Satgas.

Tercatat pula, COVID-19 telah menyebar ke pulau-pulau penyangga Kota Batam.

Dari tiga kecamatan penyangga, ketiganya adalah zona kuning. Belakangpadang, Galang dan Bulang dengan masing-masing dua orang, seorang, dan empat orang aktif COVID-19

Sedangkan pulau utama, dari sembilan kecamatan, hanya satu yang zona oranye yaitu Lubukbaja, selain itu masuk zona merah COVID-19.

Dalam laporan Satgas, disebutkan pula hasil asesmen situasi COVID-19 per 6 Maret 2022 adalah level 3.

Transmisi komunitas mendapatkan penilaian tingkat 3 dengan kasus konfirmasi 66,70 per 100 ribu penduduk per pekan, rawat inap tingkat 2 dengan 5,29 per 100 ribu penduduk per pekan, dan kematian tingkat 1 dengan 0,75 per 100 ribu penduduk per pekan.

Lalu kapasitas respon dinilai sedang. Dari sisi testing, positivity rate 5,44 persen per pekan, pelacakan dinilai memadai dengan rasio kontak erat yang diperiksa 15,35 per kasus konfirmasi per pekan, dan perawatan memadai dengan 35,70 persen BOR per pekan.

Sedang vaksinasi dinilai memadai yang mencapai 115,28 persen warga sasaran mendapatkan vaksin dosis pertama.*
 

© 2021 ANTARA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button