Kepulauan Riau

Wagub Kepri tidak hadir syukuran satu tahun pemimpin

Tanjungpinang (BATAMBicara) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad memaklumi ketidakhadiran Wakil Gubernur Marlin Agustina di acara syukuran satu tahun kepemimpinan keduanya di Aula Wan Sri Beni, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa.

“Beliau (Marlin) tak ada konfirmasi ke kami, mungkin ada kesibukan lain, makanya berhalangan hadir,” kata Ansar di Tanjungpinang, Selasa.

Ansar mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat dan meminta Marlin dapat hadir bersama-sama di acara syukuran tersebut.

Syukuran itu bertujuan untuk menyampaikan rasa syukur, sekalkigus menyampaikan evaluasi dan capaian kinerja selama perjalanan satu tahun kepemimpinan Ansar-Marlin di Provinsi Kepri. Hadir dalam acara tersebut antara lain para pejabat Pemerintah Provinsi Kepri dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provins Kepri.

Meskipun Marlin absen di acara tersebut, Ansar mengaku tidak kecewa sama sekali dan menegaskan hubungan mereka tetap harmonis sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Dalam banyak kesempatan, keduanya memang jarang tampak bersama. Menurut Ansar, hal itu karena ia dan Marlin sudah memiliki tugas pokok masing-masing.

“Pemerintahan tetap berjalan seperti biasanya. Hubungan kami baik-baik saja,” tukasnya.

Dia juga menyampaikan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan selama satu tahun memimpin Provinsi Kepri, di antaranya fokus penanganan pandemi COVID-19 dan dampak sosial ekonomi masyarakat.

Selanjutnya, tambahnya, mengawal angka inflasi Provinsi Kepri yang masih tinggi karena kenaikan biaya industri dan mahalnya harga tiket pesawat.

“Kami akan menyurati Kemenhub (Kementerian Perhubungan) agar menurunkan harga tiket pesawat, karena ini sangat berdampak terhadap inflasi Kepri,” katanya.

Selain itu, dia juga berkomitmen memacu pertumbuhan investasi agar dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal, mengingat angka pengangguran di daerah tersebut masih tinggi, yaitu di angka 9,91 persen atau melampaui nasional.

Demikian pula, dia menyebutkan angka kemiskinan Kepri masih tergolong cukup tinggi, yakni mencapai sekitar 137.000 orang.

“Tapi tren angka pengangguran dan kemiskinan saat ini cenderung menurun,” jelasnya.

Ansar mengklaim beberapa capaian kinerjanya dalam satu tahun terakhir sudah melebihi target di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dia juga mengakui belum mampu mewujudkan semua janji politiknya, namun berkomitmen untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan ekonomi di Kepri.

“Mohon dukungan dari semua lapisan warga, agar kami dapat memajukan Kepri tercinta sampai akhir masa jabatan nanti,” ujarnya.

© 2021 ANTARA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button