Kepulauan Riau

Kepala Diskominfo bantah Gubernur Ansar pakai kasur mewah

Tanjungpinang (BATAMBicara) – Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menegaskan bahwa Gubernur Ansar Ahmad tidak pernah memakai kasur mewah di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang.

“Gubernur tidak pernah tidur di Gedung Daerah. Gubernur tidur di kediamannya di Batu 7. Kasur di kamar gubernur di Gedung Daerah itu digunakan untuk tamu,” ucap Hasan, di Tanjungpinang, Kamis.

Ia menjelaskan perencanaan pengadaan kasur senilai Rp188,5 juta itu dilakukan sejak tahun 2020. Proyek pengadaan kasur itu dilakukan tahun 2021.

Sementara Ansar Ahmad-Marlin Agustina dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur pada Februari 2021.

Pengadaan kasur itu tidak hanya di kamar Gubernur Ansar, melainkan juga Wakil Gubernur Marlin Agustina. 

“Bu Wagub juga tidak pernah nginap di Gedung Daerah,” ujarnya.

Menurut dia, pengadaan barang lainnya di Gedung Daerah itu merupakan hal yang biasa, apalagi pengadaan kasur ketika terjadi pergantian pemimpin daerah.

“Kecuali pengadaan kasur itu dilakukan setahun sekali, mungkin itu tidak wajar.  Kalau persoalan nilainya, saya tidak tahu,” tuturnya.

Kepala Biro Umum Kepri Abdullah, di Tanjungpinang, Selasa, membenarkan pihaknya mengadakan kasur di ruang tidur gubernur dan di wisma dekat Gedung Daerah.

“Jumlah pastinya saya belum tahu. Saya harus periksa kembali,” kata pria yang akrab disapa Dola tersebut.

Dola tidak dapat menjawab merek kasur yang dibeli dengan harga yang mahal tersebut.

Saat pengadaan kasur itu, Dola menjabat sebagai Eselon II di Biro Umum. Sementara Martin Luther Maromon menjabat sebagai Kepala Biro Umum. Proyek itu dikerjakan oleh CV Fortuna Bintan melalui sistem penunjukan langsung.

Berdasarkan hasil penelusuran Antara di situs LPSE, pada tahun yang sama, perusahaan itu juga dipercaya Martin untuk melaksanakan proyek pengadaan gorden senilai Rp191,6 juta, dan Karpet Turki 199,6 juta.

Perusahaan ini juga mengerjakan 13 proyek penunjukan langsung lainnya, seperti pemeliharaan taman kantor mencapai Rp199,8 juta, dan pemeliharaan gedung Rp197,9 juta.

“Perusahaan itu profesional dalam bekerja. Bertanggung jawab,” kata Dola.

© 2021 ANTARA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button