Kepulauan Riau

Kasus COVID-19 di Batam terus meningkat

Batam (BATAMBicara) – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batam Kepulauan Riau mencatat jumlah warga yang terpapar Virus Corona di daerah setempat terus melonjak hingga total lebih dari 1.000 kasus sejak pertama kali ditemukannya probable Omicron, akhir Januari hingga kini.

Hingga Jumat ini, Satgas mencatat total 400 kasus probable Omicron di Batam, berdasarkan laporan yang diberikan Juru Bicara COVID-19 Azril Apriansyah.

Pada hari ini saja, 146 orang dinyatakan terkonfirmasi positif, 70 orang menyelesaikan isolasi dan dua orang meninggal.

Dengan begitu, maka secara kumulatif 27.079 positif COVID-19, sebanyak 25.429 orang di antaranya menyelesaikan isolasi, 847 orang meninggal, dan 803 orang lainnya masih aktif terpapar Virus Corona.

Mereka yang masih aktif COVID-19, sebanyak 167 orang di antaranya dirawat di RSKI Pulau Galang, 183 orang isolasi terpadu di Asrama Haji Batam, 309 orang menjalani isolasi mandiri, dan lainnya dirawat di 14 rumah sakit di penjuru kota.

“Tingkat kesembuhan 93,907 persen, tingkat kematian 3,128 persen, dan kasus aktif 2,965 persen,” demikian Satgas.

Tercatat pula, COVID-19 telah menyebar ke pulau-pulau penyangga Kota Batam. Dari tiga kecamatan penyangga, dua di antaranya zona kuning COVID-19, yaitu Belakangpadang dan Galang dengan masing-masing satu orang masih aktif COVID-19.

Sedangkan kecamatan penyangga lainnya, Bulang kini zona hijau.

Di pulau utama, seluruhnya zona merah COVID-19.

Dalam laporan Satgas, disebutkan pula hasil asesmen situasi COVID-19 per 16 Februari 2022 adalah level 2.

Transmisi komunitas mendapatkan penilaian tingkat 3 dengan kasus konfirmasi 64,77 per 100 ribu penduduk per pekan, rawat inap tingkat 2 dengan 5,85 per 100 ribu penduduk per pekan, dan kematian tingkat 1 dengan 0,12 per 100 ribu penduduk per pekan.

Lalu kapasitas respon dinilai memadai. Dari sisi testing, positivity rate 4,10 persen per pekan, pelacakan juga dinilai memadai dengan rasio kontak erat yang diperiksa 18,28 per kasus konfirmasi per pekan, dan perawatan memadai dengan 20,71 persen BOR per pekan.

Sedang vaksinasi dinilai memadai yang mencapai 114,65 persen warga sasaran mendapatkan vaksin dosis pertama.*
 

© 2021 ANTARA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button