Kepulauan Riau

Tingkat keterisian rumah sakit di Kepri masih rendah ditengah kenaikan COVID-19

Tanjungpinang (BATAMBicara) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) M. Bisri menyampaikan jumlah kasus COVID-19 di daerah itu terus melonjak, namun bed occupancy rate atau tingkat keterisian rumah sakit masih rendah.

“BOR rumah sakit masih 10,23 persen. Kalau sudah 60 persen, baru bisa dikatakan tinggi,” kata Bisri di Tanjungpinang, Kamis.

Bisri menyampaikan total pasien konfirmasi COVID-19 di Kepri per 17 Februari sebanyak 248 orang, yang tersebar di Batam 156 orang, Tanjungpinang 38 orang, Bintan 26 orang, Karimun 24 orang, dan Anambas 4 orang. Sementara Natuna dan Lingga tercatat nol kasus.

“Total kasus aktif hingga hari ini bertambah menjadi 1.157 orang, namun rata-rata bergejala ringan dan tingkat kematian rendah,” ungkapnya.

Ia memastikan sebanyak 35 rumah sakit dan 30 tempat isolasi terpadu di wilayah itu sudah sangat siap untuk mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19.

Menurutnya sampai saat ini tingkat keterpakaian tempat tidur di rumah sakit mencapai 392 unit atau 25,29 persen dari total 1.550 tempat tidur.

Sedangkan tingkat keterpakaian tempat tidur isolasi terpadu mencapai 276 unit atau 8,09 persen dari total 3.411 tempat tidur.

“Pemerintah berupaya maksimal menekan angka kesakitan dan kematian,” ujarnya.

Lebih lanjut Bisri mengutarakan lonjakan kasus COVID-19 di Kepri terjadi sejak Januari atau setelah perayaan Natal dan Tahun Baru, sementara sebelum itu jumlah kasus cenderung melandai.

Oleh karenanya, ia mengajak masyarakat meningkatkan disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi dua dosis hingga penguat (booster) agar terhindar dari terpapar COVID-19.

“Varian omicron sekarang lebih cepat menyebar dibanding delta. Jadi tingkatkan prokes dan vaksinasi,” kata Bisri menegaskan.

© 2021 ANTARA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button