Kepulauan Riau

Tourism Malaysia pertemukan pelaku bisnis Malaysia dan Batam secara hybrid

Batam (BATAMBicara) – Pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun 2019 telah merubah banyak hal di industri pariwisata dunia. Pandemi mengharuskan setiap orang mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mengurangi mobilitas serta menjaga jarak sehingga kegiatan rutin para pelaku industri pariwisata untuk berbisnis seperti travel mart tidak diperbolehkan. 

Sukses mengobati kerinduan para travel agent Malaysia dan Indonesia melalui acara ‘Tourism Malaysia Virtual Travel Mart Roadshow 2021’ di Yogyakarta, Jakarta dan Surabaya, Tourism Malaysia akan kembali melanjutkan rangkaian sama di Batam pada 15 Februari 2022.

Acara yang diresmikan secara virtual oleh Director General Tourism Malaysia, Dato’ Haji Zainuddin Abdul Wahab pada 15 Februari 2022 di Harris Hotel Batam Center ini mempertemukan 30 sellers Malaysia dengan 30 travel agent dari Batam dan sekitar secara hybrid.

Melalui platform online yang kami sediakan, seramai tiga puluh Malaysian seller yang terdiri dari 25 travel agent dan 6 hotel dan resort. Turut hadir juga product owner seperti Legoland dan airlines kebanggaan Malaysia, Malaysia Airlines akan membuat business matching dengan 30 buyers (travel agent Batam).

“Buyer yang hadir di venue, tidak perlu berpindah tempat duduk mencari sellers seperti travel mart pada umumnya karena mereka akan bertemu dengan sellers Malaysia melalui layer laptop masing-masing,” jelas Haryanty Abu Bakar, Deputy Director Tourism Malaysia Jakarta.

“System business matching ini berjalan secara otomatis yang mana administrator telah membuat jadwal pertemuan 30 sellers dan buyers (pre-schedule appointment) lebih awal dan akan selesai dalam tempoh 4 jam acara,” Imbuh Haryanty.

Virtual Travel Mart Roadshow ini diadakan sebagai langkah persiapan Malaysia untuk membuka kembali border bagi tujuan pariwisata, terutamanya pelancong dari Indonesia. Saat ini pemerintah Malaysia sudah membuka Langkawi untuk pariwisata melalui program Langkawi International Travel Bubble yang bermula pada 15 November 2021. 

Wisatawan internasional tidak perlu karantina tetapi diharuskan untuk tinggal minimal tujuh hari di pulau Langkawi sebelum diperbolehkan mengunjungi wilayah lain di seluruh Malaysia. 

Pelaksanaan program Langkawi International Travel Bubble ini mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat dunia. Sehingga 14 Februari 2022, tercatat sebanyak 4,739 pelancong dari 99 negara telah masuk ke Malaysia dan 138 diantaranya adalah dari Indonesia. 

Bagi menjayakan program Langkawi International Travel Bubble, Malaysia Airlines selaku partner resmi acara business matching ini juga ingin menyampaikan kabar terbaru pembukaan kembali rute perjalanan dari Jakarta dan Denpasar ke Kuala Lumpur pada 1 Maret 2022 secara daily flight.

“Acara Tourism Malaysia Virtual Travel Mart Roadshow 2021 di Yogyakarta ini dapat terlaksana karena mendapat dukungan penuh dari DPD ASITA Kepulauan Riau. Tourism Malaysia mengucapkan setinggi-tingginya terima kasih dan sampai jumpa di siri kelima Virtual Travel Mart Roadshow di Bandung,” tutup Haryanty.
 

        <p>© 2021 ANTARA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button